Kisruh Pulau Jersey: Prancis Tak Takut Inggris Kirim Kapal Angkatan Laut

Oleh Tommy Kurnia pada 07 Mei 2021, 11:33 WIB
Diperbarui 07 Mei 2021, 11:33 WIB
Resmi, Inggris Keluar dari Uni Eropa
Perbesar
Bendera Inggris berkibar dengan latar Istana Westminster terlihat di London, Sabtu, (1/2/2020). Mulai 1 Februari 2020 ini, Inggris secara resmi telah meninggalkan Uni Eropa (UE) setelah lebih dari tiga tahun referendum yang membuat negara itu terpecah belah. (AP Photo/Alastair Grant)

Liputan6.com, London - Inggris dan Prancis sedang terlibat cekcok mengenai wilayah maritim untuk memancing ikan. Pusat masalahnya ada di pulau Jersey milik Inggris.

Pulau Jersey berlokasi di dekat Prancis dan meminta agar kapal ikan Prancis memiliki sertifikat sebelum mencari ikan di wilayah pulau tersebut. Ini merupakan buntut dari keluarnya Inggris dari Uni Eropa. 

Menurut laporan Radio France International, Jumat (7/5/2021), sekitar 50 kapal ikan Prancis berdemo di dekat Pulau Jersey karena menganggap ada pembatasan yang tidak adil. Akibatnya, akses kargo kapal Inggris terhambat.

Pihak nelayan Prancis berkata protes itu bersifat damai. Meski demikian, pemerintah Prancis mengaku siap memutuskan aliran listrik ke Jersey sebagai langkah terakhir.

Prancis turut mengirimkan dua kapal patroli ke perairan tersebut. Yang satu adalah kapal polisi gendarme, dan satu lagi kapal patroli maritim.

Kini, Inggris mengirimkan lagi dua kapal patroli maritim ke Jersey sebagai tindakan jaga-jaga. Pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson menyebut blokade itu tidak punya justifikasi.

Menghadapi respons Inggris, Menteri Urusan Eropa di Prancis, Clement Beaune berkata bahwa negaranya "tidak akan terintimidasi."

2 dari 3 halaman

Siap Diskusi

Presiden Prancis Emmanuel Macron di acara iklim pada 14 Desember 2020 sebelum positif COVID-19.
Perbesar
Presiden Prancis Emmanuel Macron di acara iklim pada 14 Desember 2020 sebelum positif COVID-19. Dok: Twitter @EmmanuelMacron

Kapal ikan Prancis harus mendapatkan lisensi dari otoritas di Pulau Jersey karena perjanjian Brexit. Pihak Pulau Jersey meminta agar pihak Prancis bersabar. 

Clement Beaune berkata Prancis tidak ingin ada ketegangan juga.

"Permintaan kami adalah agar tidak ada ketegangan, melainkan adanya penerapan kesepakatan (Brexit) yang cepat dan lengkap," ujarnya.

Beaune juga sudah berkomunikasi dengan menteri urusan Uni Eropa di Inggris, David Frost.

Wakil Menteri Bisnis dan Industri Inggris, Nadhim Zahawi, turut berharap adanya dialog konstruktif antara kedua negara. Ia pun berkata pihak Inggris siap berbicara dengan Komisi Eropa mengenai isu ini.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓