Presiden Prancis Emmanuel Macron Peringati 200 Tahun Kematian Napoleon Bonaparte

Oleh Liputan6.com pada 07 Mei 2021, 08:04 WIB
Diperbarui 07 Mei 2021, 08:40 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron (AP/Phillipe Wojazer)
Perbesar
Presiden Prancis Emmanuel Macron (AP/Phillipe Wojazer)

Liputan6.com, Paris - Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingati 200 tahun kematian Napoleon Bonaparte, Rabu (5/5) di ibu kota Paris.

Napoleon Bonaparte adalah kaisar dan panglima Prancis yang terkenal karena memberi negara tersebut kode sipil (undang-undang terkait kepemilikan, keluarga, dan kewajiban).

Tetapi riwayat hidupnya tercemar dalam penilaian banyak kalangan, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Jumat (6/5/2021).

Emmanuel Macron mengatakan, Rabu (5/5), pemulihan perbudakan oleh Napoleon Bonaparte adalah "pengkhianatan terhadap semangat pencerahan."

Namun, dalam pidatonya Macron juga mengatakan, "Napoleon adalah bagian dari kita," dan Prancis "harus menghadapi sejarahnya secara langsung."

Dengan memberikan perincian seperti itu, Macron tidak bersedia mematuhi mereka yang menolak memberi penghormatan kepada Napoleon Bonaparte.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Sosok Napoleon

[Bintang] Figur Dunia dan Fobia yang Mereka Derita
Perbesar
Napoleon Bonaparte

Napoleon adalah tokoh paling penting dalam sejarah Prancis dan dikagumi oleh tokoh-tokoh sayap kanan.

Momentumnya tepat untuk Macron yang diduga akan berusaha memperpanjang mandatnya sebagai presiden dalam pemilihan tahun depan.

Macron kemudian meletakkan karangan bunga di monumen Napoleon, di Les Invalides, sebuah monumen berkubah emas dan terletak di sebuah rumah sakit militer.

Pidato Presiden Macron ini dimaksudkan untuk memperingati dan bukan merayakan tokoh besar Prancis tersebut yang meninggal dalam pengasingan di pulau St. Helena, tepat 200 tahun yang lalu, pada 5 Mei 1821.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓