Wanita Asia Dikemplang dan Diusir dari Kereta di New York

Oleh Tommy Kurnia pada 06 Mei 2021, 15:55 WIB
Diperbarui 06 Mei 2021, 15:55 WIB
Stasiun di New York Beroperasi Lagi
Perbesar
Sebuah kereta bawah tanah melintasi subway Cortlandt Street station yang baru dibuka lagi di New York, Sabtu (8/9). Stasiun ini hancur lebur karena berada tepat di bawah gedung WTC, tempat insiden 9/11 terjadi. (AP Photo/Patrick Sison)

Liputan6.com, New York City - Serangan bernuansa rasis terjadi di stasiun kereta di New York. Salah satunya menyerang wanita Asia berusia 50 tahun yang kepalanya dikemplang, kemudian disuruh turun dari kereta. 

Serangan terjadi di Brooklyn pada 19 April 2021 pada pukul 16.15 sore. Wanita Asia ditampar dan disuruh turun dari kereta, demikian laporan Departemen Kepolisian New York, Kamis (6/5/2021).

"Turun dari kereta saya, kamu tidak berasal dari sini," ujar pelaku yang masih dicari polisi.

Reporter ABC New York, CeeFan Kim, berkata bagian yang dikemplang adalah bagian belakang kepala korban.

Tak hanya wanita, serangan juga menimpa seorang pemuda generasi Z di New York. Ia diserang di Queens Plaza station oleh pemuda lain dengan sweater putih. 

Polisi New York menyiapkan imbalan hingga US$ 2.500 (Rp 35,8 juta) bagi yang punya informasi tentang pelaku. 

2 dari 3 halaman

Kekerasan ke Warga Asia Naik 400 Persen di New York

Wanita keturunan Asia diserang dengan palu di New York.
Perbesar
Wanita keturunan Asia diserang dengan palu di New York. Dok: Twitter NYPD Crime Stoppers @NYPDTips

Departemen Kepolisian New York mengungkap naiknya angka kekerasan terhadap warga Asia. Lonjakannya mencapai 400 persen. 

The Wall Street Journal melaporkan, Rabu (5/5), ada 180 kejahatan kebencian dari 1 Januari hingga 2 Mei 2021. Itu naik 73 persen dari periode sama di tahun sebelumnya. 

Untuk kejahatan terhadap warga Asia tercatat ada 80 kasus dari 1 Januari hingga 4 April 2021.

Jurnalis ABC di New York, CeFaan Kim, menyorot kenaikan tersebut mencapai 400 persen. Total sejauh ini sudah melebihi seluruh kasus di 2020.

"Ini adalah penambahan 400 persen. Ada 29 kasus di seluruh 2020," ujar Kim yang fokus meliput kekerasan terhadap warga Asia di New York. 

Setelah kekerasan terhadap warga Asia, kekerasan tertinggi lainnya menimpa komunitas Yahudi di New York. Kekerasan terhadap warga Yahudi selama Januari-April mencapai 54 kasus, turun empat kasus dari periode sama di tahun lalu.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓