Kisah Petani Tak Sengaja Pindahkan Batu Pembatas Belgia-Prancis

Oleh Liputan6.com pada 06 Mei 2021, 04:00 WIB
Diperbarui 06 Mei 2021, 04:00 WIB
Ilustrasi batuan marmer | Wikimedia Commons
Perbesar
Ilustrasi batuan marmer | Wikimedia Commons

Liputan6.com, Brussel - Seorang petani di Belgia tak sengaja memindahkan pembatas negaranya dengan Prancis.

Petani tersebut diketahui sedang mengemudikan traktor di hutan saat sebuah batu besar menghalangi jalannya, ia lantas turun dari traktor dan memindahkan batu tersebut.

Berdasarkan Euronews, pada Rabu (5/5/2021), pembatas itu sudah berpindah sejauh 7,5 kaki, secara tak langsung melebarkan geografis Belgia saat seseorang berjalan melewati hutan itu.

"Dia menjadikan area Belgia lebih luas, dan Prancis lebih kecil. Ini bukan hal yang bagus," ujar David Lavaux, wali kota desa Erquelinnes di Belgia.

Tindakan yang tak disengaja itu, menurut Lavaux dapat menimbulkan masalah bagi pemilik tanah pribadi dan negara tetangga. Kendati demikian, kisah petani yang tak tahu menahu soal batu itu berhasil mengundang gelak tawa orang-orang Prancis dan Belgia.

"Saya senang, kota saya jadi lebih besar," imbuh Lavaux sambil tertawa. 

 

 

2 dari 3 halaman

Meminta Petani Tersebut untuk Mengembalikan Batu Tersebut

Warna-warni Ladang Tulip di Belgia
Perbesar
Suasana ladang tulip di Meerdonk, Belgia (3/5/2021). Sebagian besar tulip di wilayah ini ditanam khusus untuk umbi dan bukan bunganya, namun bunganya tetap di ladang sampai mekar sempurna sebelum ditebang. (AP Photo/Virginia Mayo)

Prancis dan Belgia berbagi perbatasan 390 mil yang didirikan sesuai dengan perjanjian 1820 yang ditandatangani setelah kekalahan Napoleon di Waterloo. Batu itu ditempatkan saat perbatasan pertama kali diputuskan pada tahun 1819.

"Prancis tidak setuju, tentu saja. Kami harus mengembalikan semuanya," tambahnya.

Lavaux telah melakukan perjalanan ke perbatasan yang diperdebatkan antara Bousignies dan Montignies, pada Senin(3/5/2021), dengan tim jurnalis dari stasiun televisi Prancis TF1.

Berbicara kepada media lokal, wali kota menambahkan bahwa petani akan diminta mengembalikan batu tersebut ke posisi perbatasan untuk menghindari proses pengadilan.

"Tapi jika dia menunjukkan niat baik dia tidak akan mendapat masalah, kami akan menyelesaikannya secara damai," kata Lavaux.

Sementara itu, wali kota desa tetangga Prancis, Aurélie Welonek, mengatakan kepada La Voix du Nord bahwa negara-negara tersebut "harus dapat menghindari perang perbatasan baru".

 

Reporter: Lianna Leticia

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓