Demi Hindari Karantina COVID-19, Mantan Bos Etihad Airways Didenda 200 Juta

Oleh Liputan6.com pada 04 Mei 2021, 04:00 WIB
Diperbarui 04 Mei 2021, 04:00 WIB
Etihad Airways
Perbesar
Etihad Airways (AP)

Liputan6.com, London - Jutawaan James Hogan, mantan kepala eksekutif Etihad Airways didenda hingga 200 juta karena gagal menyatakan ia telah mengunjungi negara 'daftar merah'.

Dikutip dari Daily Mail, Senin (3/5/2021), Hogan ditahan oleh petugas Pasukan Perbatasan di bandara Heathrow bulan lalu setelah tiba dengan penerbangan dari Swiss.

Ia dituduh gagal menungkapkan bahwa dua hari sebelumya ia mengunjungi Abu Dhabi -- negara yang masuk ke 'daftar merah' pemerintah Inggris.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 3 halaman

Memiliki Kewarganegaraan Inggris dan Australia

Pesawat Etihad Airways (Wikimedia Commons)
Perbesar
Pesawat Etihad Airways (Wikimedia Commons)

Siapa pun yang datang ke Inggris dari negara 'daftar merah' harus melalui masa karantina di hotel selama sepuluh hari.

Sumber mengatakan bahwa Hogan dihentikan pada 19 Maret setelah ada yang melaporkan rencana perjalannya ke Kedutaan Besar Inggris.

Ia segera diantar ke hotel karantina untuk mengisolasi diri selama sepuluh hari. Hogan juga dapat dihadapi denda berat.

Hogan memiliki kewarganegaraan Inggris dan Australia dan juga ditunjuk sebagai Officer of the Order of Australia dalam Queen's Birthday Honors List pada 2017.

Pada 2011, ia juga menandatangani kesepakatan sponsor sepuluh tahun dengan Manchester City, yang mencakup hak penamaan stadion klub sepak bola.

 

Reporter: Paquita Gadin

3 dari 3 halaman

Infografis Larangan Mudik Lebaran 2021 dan Siasat Warga

Infografis Larangan Mudik Lebaran 2021 dan Siasat Warga. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Larangan Mudik Lebaran 2021 dan Siasat Warga. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓