WNI Kini Bisa Masuk Bangladesh dengan Visa on Arrival Gratis

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 03 Mei 2021, 14:55 WIB
Diperbarui 03 Mei 2021, 14:55 WIB
Bendera Bangladesh (Pixabay)
Perbesar
Bendera Bangladesh (Pixabay)

Liputan6.com, Dhaka - Warga Negara Indonesia (WNI) kini dapat memasuki Bangladesh dengan visa on arrival (VOA) tanpa biaya. Pemerintah Bangladesh akhirnya mengeluarkan kebijakan keimigrasian terkait fasilitas visa kunjungan saat kedatangan gratis bagi WNI untuk memasuki wilayah Bangladesh. 

"Pemberian fasilitas bagi WNI ini merupakan buah perjuangan panjang KBRI Dhaka sejak tahun 2017. Dengan fasilitas ini, warga Indonesia akan semakin mudah mengunjungi Bangladesh tanpa  harus mengurus visa di kantor Perwakilan Bangladesh yang dapat memakan waktu lama," jelas Dubes Rl untuk Bangladesh, Rina Soemarno.

Melalui kebijakan tersebut seluruh pemegang paspor Rl yang masih berlaku di atas 6 (enam) bulan dapat mengunjungi wilayah Bangladesh selama 30 hari, tanpa perlu melakukan pengurusan visa pada perwakilan Bangladesh di luar negeri.

Visa yang akan diberikan pada saat kedatangan di bandara Dhaka juga akan dibebaskan dari biaya.

2 dari 3 halaman

Diterapkan di Kedua Negara

FOTO: Bangladesh Kirim Ribuan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil
Perbesar
Pengungsi Rohingya berjalan dengan barang-barang mereka untuk dipindahkan ke Pulau Bhasan Char di Chattogram, Bangladesh, Jumat (29/1/2021). Kelompok HAM menyerukan agar Bangladesh menghentikan relokasi ribuan pengungsi Rohingya ke Pulau Bhasan Char. (AP Photo/Azim Aunon)

Pemberian fasilitas visa kunjungan gratis tersebut merupakan bentuk kebijakan timbal balik Pemerintah Bangladesh atas pemberian fasilitas bebas visa bagi Warga Negara Bangladesh yang telah ditetapkan melalui PP nomor 21 tahun 2016.

Dengan ditetapkannya kebijakan serupa pada masing-masing negara, diharapkan mobilitas antar pemangku kepentingan di Indonesia-Bangladesh dapat menjadi lebih lancar dan kerja sama di antara kedua negara dapat terus meningkat. 

Fasilitas ini perlu dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para pelaku usaha Indonesia dalam memanfaatkan peluang dan potensi kerja sama yang ada di Bangladesh.

"Dengan demikian, Indonesia diharapkan dapat terus menjadi salah satu mitra dagang utama Bangladesh," lanjut Dubes Rina Soemarno.

Fasilitas ini juga akan mempermudah WNI yang ingin melakukan kunjungan singkat untuk menengok sanak saudaranya yang berada di Bangladesh. Saat ini terdapat sekitar 380 WNI yang berdomisili di Bangladesh. 

Pemberian fasilitas untuk WNI oleh Pemerintah Bangaldesh saat ini sedang ditangguhkan realisasinya karena pandemi COVID-19 yang masih belum membaik di Bangladesh.

Saat ini Bangladesh sedang berjuang melawan gelombang kedua wabah COVID-19, sehingga pemerintah masih menutup perbatasan dan menangguhkan penerbangan internasional dari dan ke Bangladesh.

Namun, implementasi free Visa on Arrival untuk WNI secara nyata masih harus menunggu pengumuman selanjutnya seiring dengan membaiknya situasi.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓