Kasus Masih Tinggi, Belanda Batal Longgarkan Lockdown COVID-19

Oleh Liputan6.com pada 03 Mei 2021, 09:00 WIB
Diperbarui 03 Mei 2021, 10:26 WIB
Begini Penampakan Kota Amsterdam Saat Jam Malam COVID-19
Perbesar
Polisi mengontrol sertifikasi keluar pada orang yang lewat saat jam malam dimulai di Haarlem, Belanda (23/1/2021). Belanda memasuki fase terberat dari pembatasan anti-virus Corona hingga saat ini. (AFP/ANP/Koen van Weel)

Liputan6.com, Den Haag - Belanda batal melonggarkan penguncian COVID-19 lebih lanjut sampai setidaknya 18 Mei karena infeksi virus corona masih tinggi dan rumah sakit sedang mati-matian menangani sejumlah besar pasien COVID-19, kata pemerintah pada Sabtu (1/5).

"Kita melewati puncak gelombang ketiga. Tetapi penurunan (tingkat infeksi) belum cukup kuat," kata Menteri Kesehatan Hugo de Jonge di Twitter sebagaimana diwartakan Reuters, dikutip dari Antara, Minggu (2/5/2021).

Belanda melonggarkan sedikit penguncian COVID-19 pekan lalu, saat pembatasan jam malam dihapus dan bar serta restoran yang masih tutup sejak pertengahan Oktober diperbolehkan melayani porsi kecil makan di luar mulai siang hingga pukul 18.00 waktu setempat.

Sejumlah kecil penonton juga diizinkan menghadiri konser, pertunjukan teater, dan pertandingan sepak bola dalam beberapa pekan terakhir dalam upaya untuk melihat bagaimana acara dapat dibuka kembali secara aman.

Berikutnya, tempat kebugaran, kebun binatang, dan taman hiburan akan dibuka kembali pada 11 Mei, kata pemerintah bulan lalu, tetapi kini ditunda hingga setidaknya sepekan.

 

2 dari 3 halaman

Situasi di Belanda

Belanda Longgarkan Pembatasan Ketat Terkait Covid-19
Perbesar
Pelanggan menunggu dalam antrean di depan toko pakaian Pull & Bear yang dibuka kembali di shopping street di Amsterdam, Rabu (28/4/2021). Belanda mulai melonggarkan pembatasan ketat terkait Covid-19, mengakhiri jam malam dan mengizinkan kafe untuk buka di luar ruangan. (REMKO DE WAAL/ANP/AFP)

Jumlah pasien COVID-19 ICU di Belanda dalam beberapa pekan terakhir melonjak ke angka tertinggi selama setahun saat infeksi COVID-19 melambung ke level terakhir yang dilihat pada awal tahun.

Hingga Jumat, 2.706 pasien COVID-19 di negara berpenduduk 17 juta itu dirawat di rumah sakit, dengan 807 pasien membutuhkan perawatan ICU.

Sejak pandemi mewabah, tercatat sekitar 1,5 juta infeksi COVID-19 terkonfirmasi di Belanda, dengan 20.000 korban meninggal.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓