Menkes Jens Spahn: Jumlah Infeksi COVID-19 di Jerman Menurun

Oleh Liputan6.com pada 30 Apr 2021, 15:56 WIB
Diperbarui 30 Apr 2021, 15:56 WIB
Penumpang Transportasi Umum di Jerman Ramai-Ramai Pakai Masker
Perbesar
Penumpang berjalan di sepanjang peron di stasiun kereta utama di Frankfurt, Jerman, Jumat (14/8/2020). Mengenakan masker untuk melindungi diri dari corona Covid-19 adalah kewajiban di transportasi umum di Jerman. (AP Photo/Michael Probst)

Liputan6.com, Berlin - Pejabat kesehatan Jerman menyampaikan kabar baik untuk warga negaranya pada Kamis (29/4) mengenai penurunan tingkat infeksi COVID-19.

Selain itu ada juga rekor jumlah vaksinasi yang telah diberikan tetapi mengatakan jalan yang harus ditempuh masih panjang, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Jumat (30/4/2021).

Pada konferensi pers di Berlin, Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn, bersama Lothar Wieler, Presiden Robert Koch Institute for Infectious Diseases (RKI), mencatat rata-rata jumlah infeksi baru per 100.000 orang di negara itu turun menjadi 155 Kamis lalu untuk hari ketiga berturut-turut.

Itu adalah level terendah dalam dua minggu. Pada hari Senin, angkanya 169.

Namun bagi Jens Spahn, penurunan angka itu mencerminkan peningkatan jumlah kasus yang "stagnan," dan belum ditentukan apakah itu hanya terjadi sekali atau mencerminkan berbaliknya tren terkini.

Ia mengatakan, perkembangannya masih belum cukup, karena unit-unit perawatan intensif rumah sakit Jerman masih penuh di banyak kota.

 

2 dari 3 halaman

Jumlah vaksinasi

Melihat Negara-Negara Uni Eropa Mulai Suntikan Vaksinasi COVID-19
Perbesar
Para staf bekerja di pintu masuk lokasi vaksinasi COVID-19 di Berlin, ibu kota Jerman (27/12/2020). Jerman sudah memberi suntikan pertamanya sehari lebih awal, hanya beberapa jam setelah menerima kiriman vaksin pertamanya. (Xinhua/Shan Yuqi)

Spahn juga mencatat bahwa Jerman memvaksinasi rekor 1,1 juta orang pada hari Rabu – lebih dari 1% populasi dalam satu hari.

Dia mengatakan itu berarti "sekarang, 25,9% orang Jerman telah divaksinasi setidaknya satu dosis, dan 7,5% telah divaksinasi lengkap dengan dua dosis."

Tetapi Wieler mengatakan masih terlalu dini untuk berbicara tentang pencabutan pembatasan di seluruh negeri itu.

Dia mengatakan jumlah tersebut menunjukkan kasus terus meningkat di antara mereka yang berusia di bawah 60 tahun, dan kasus di antara anak-anak “meningkat secara drastis.”

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓