Kematian Akibat COVID-19 di Brasil Tembus 400 Ribu, Diduga Karena Lambatnya Vaksinasi

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 30 Apr 2021, 11:34 WIB
Diperbarui 30 Apr 2021, 11:34 WIB
Lubang Pemakaman Disiapkan untuk Korban Corona di Sao Paulo
Perbesar
Petugas dengan pakaian pelindung membawa peti mati seseorang yang meninggal karena komplikasi COVID-19 ke dalam kuburan di pemakaman Vila Formosa di Sao Paulo, Brasil, Rabu (7/4/2021). Sao Paulo pada Rabu mulai menggali 600 kuburan tambahan setiap hari di pemakaman kotanya. (AP Photo/Andre Penner)

Liputan6.com, Brasilia - Jumlah kematian akibat COVID-19 telah melampaui angka 400.000 di Brasil, tertinggi kedua di dunia.

Hal ini bersamaan ketika negara itu terus berjuang dengan program vaksinasi.

Dilaporkan, 3.001 kematian terjadi dalam 24 jam, setelah lebih dari 4.000 dicapai pada awal April.

Mengutip BBC, Jumat (30/4/2021), rata-rata kematian dan kasus akibat COVID-19 di Brasil selama 14 hari tetap tinggi tetapi telah mengalami sedikit penurunan.

Kongres telah membuka penyelidikan tentang penanganan pandemi oleh pemerintah. Presiden Jair Bolsonaro, yang sering berbicara menentang penguncian, masker dan obat-obatan yang tidak terbukti sebagai pengobatan, menghadapi kritik luas dan dukungannya menurun drastis.

Wabah telah dipicu oleh varian virus yang lebih mudah menular dan kurangnya tindakan nasional yang terkoordinasi. 

Situasi telah membaik di banyak bidang, termasuk di mana sistem kesehatan berada di ambang kehancuran, setelah negara bagian dan kota memberlakukan pembatasan, tetapi pembatasan tersebut sudah dilonggarkan.

2 dari 3 halaman

Lambatnya Vaksinasi

Angka Kematian Covid-19 di Brasil Sentuh Rekor
Perbesar
Petugas kesehatan bersiap membawa pasien yang diduga terinfeksi COVID-19 menuju RS HRAN di Brasilia, Brasil, Rabu (3/3/2021). Brasil pada Selasa (2/3) mencatat rekor tertinggi dengan 1.641 kematian akibat virus corona Covid-19 dalam 24 jam. (AP Photo/Eraldo Peres)

Tingkat hunian tempat tidur di unit perawatan intensif berada pada atau di atas 90% di lebih dari sepertiga negara bagian, menurut lembaga kesehatan Fiocruz, yang mengatakan skenario tersebut tetap "kritis".

"Ada kecenderungan sedikit penurunan tetapi belum dapat menahan epidemi," kata lembaga itu dalam sebuah laporan (dalam bahasa Portugis), memperingatkan bahwa jumlah kematian harian kemungkinan besar akan tetap tinggi.

Brasil mencatat 100.000 kematian hanya dalam 37 hari, antara Maret dan April, yang merupakan bulan terburuk di negara itu. 

Hanya AS yang memiliki angka kematian lebih tinggi.

Sejak awal pandemi, Brasil memiliki lebih dari 14,5 juta kasus. Sementara itu, beberapa kota terpaksa menghentikan sementara program vaksinasi mereka di tengah kekurangan dosis. 

Sekitar 13% dari populasi 212 juta telah menerima setidaknya satu dosis.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓