Korea Selatan Larang PNS Makan-Makan untuk Cegah COVID-19

Oleh Tommy Kurnia pada 28 Apr 2021, 11:31 WIB
Diperbarui 28 Apr 2021, 15:47 WIB
Korea Selatan Segel Taman
Perbesar
Warga melewati spanduk informasi mencegah virus corona di Seoul, Rabu (16/12/2020). Perdana Menteri Korea Selatan memohon warganya mematuhi aturan jarak sosial untuk menghindari pembatasan yang lebih ketat guna menghadapi gelombang infeksi COVID-19 terbesar di negara itu. (AP Photo/Lee Jin-man)

Liputan6.com, Seoul - Korea Selatan (Korsel) bakal melarang PNS untuk makan-makan guna mencegah penyebaran COVID-19. Kasus di negara itu sedang kembali melonjak hingga nyaris 800 kasus per hari. 

Dilaporkan Yonhap, Rabu (28/4/2021), kasus COVID-19 di Korsel sedang naik-turun dalam sepekan terakhir. Pejabat berwenang juga sedang kesulitan melacak kasus-kasus, sehingga ada dugaan kasus sebetulnya lebih banyak.

Pekan ini, Korsel menerapkan aturan khusus untuk melarang PNS makan-makan. Kebijakan Work From Home (WFH) akan diperluas di sektor publik, serta ada modifikasi dalam jam operasional bisnis.

Wilayah Greater Seoul berada di Level 2 aturan social distancing, sementara daerah lain berada di bawah level 1,5.

Level social distancing di wilayah Seoul itu akan efektif hingga 2 Mei 2021. Acara kumpul-kumpul pribadi yang melibatkan lebih dari lima orang dilarang secara nasional. 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Proses Vaksinasi di Korsel

Melihat Petugas Medis di Korea Selatan Latihan Suntik Vaksin COVID-19
Perbesar
Seorang pekerja medis menghadiri sesi pelatihan untuk mempelajari cara memberikan suntikan vaksin COVID-19 di Asosiasi Perawat Korea di Seoul, Korea Selatan (17/2/2021). Korea Selatan berencana untuk memulai inokulasi virus COVID-19 dengan vaksin AstraZeneca pada 26 Februari mendatang. (AP Photo/Ah

Yonhap melaporkan bahwa sudah ada 2,58 juta populasi di Korea Selatan yang mendapat satu dosis vaksin COVID-19. Itu setara lima persen populasi.

Untuk vaksin dua dosis, sudah ada 148 ribu orang yang mendapatkannya.

Korsel juga baru mulai vaksinasi bagi militer berusia 30 tahun ke atas.

Korsel menggunakan vaksin Pfizer dan AstraZeneca.

Berdasarkan data Johns Hopkins University, ada 120 ribu kasus COVID-19 di Korsel.

Infografis Vaksin COVID-19:

Infografis Protokol Kesehatan Vaksin Terbaik
Perbesar
Infografis Protokol Kesehatan Vaksin Terbaik (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓