Belanda, Italia dan Jerman Kini Larang Warga dari India Masuk Akibat Tsunami COVID-19

Oleh Tommy Kurnia pada 27 Apr 2021, 10:35 WIB
Diperbarui 27 Apr 2021, 10:57 WIB
Festival umat Hindu di India untuk melakukan ritual mandi bersama yakni Kumbh Mela di Sungai Gangga.
Perbesar
Festival umat Hindu di India untuk melakukan ritual mandi bersama yakni Kumbh Mela di Sungai Gangga. Festival ini dilakukan di tengah masa pandemi COVID-19. (Foto: AP)

Liputan6.com, Dellhi - Tiga negara Eropa: Italia, Belanda, dan Jerman menegaskan bahwa ada larangan masuk warga yang berasal dari India karena lonjakan kasus COVID-19. Ini turut berlaku kepada warga negara lain yang baru mengunjungi India. 

Menteri Kesehatan Italia, Roberto Speranza, telah meneken aturan pelarangan pendatang dari India dalam 14 hari terakhir, demikian laporan RFI, Selasa (27/4/2021).

Warga Italia dari India dengan hasil negatif, serta harus karantina. Warga yang sudah keburu masuk Italia diminta melakukan swab.

Situs resmi pemerintah Belanda juga menerapkan travel ban pada penerbangan dari India pada 26 April hingga 1 May 2021.

Kedutaan Besar Jerman di India turut menerapkan kebijakan serupa per 26 April 2021. Warga yang baru ke India dalam 10 hari terakhir dilarang masuk, kecuali warga Jerman, serta petugas kesehatan atau kemanusiaan.

Berdasarkan data Johns Hopkins University, kasus COVID-19 di India telah mencapai 17,3 juta kasus.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

10 Orang di Indonesia Tertular Varian Virus Corona India

Aktivitas Krematorium Saat Gelombang Kedua Corona di India
Perbesar
Seorang staf meletakkan karangan bunga sebelum kremasi korban COVID-19 di Krematorium Nigambodh Ghat, New Delhi, Kamis dinihari (22/4/2021). India melaporkan 2.023 orang meninggal pada Rabu (21/4), menjadikan hari ITU kematian tertinggi sepanjang kasus muncul pada tahun lalu. (Sajjad HUSSAIN/AFP)

Pemerintah memerketat pintu kedatangan usai ditemukannya 10 orang di Indonesia yang tertular varian baru Virus Corona dari India atau varian B1617.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa Warga Negara Indonesia (WNI) maupun asing, khususnya yang memiliki riwayat perjalanan ke India akan diperiksa ketat, baik menjalani skrining, karantina maupun pengambilan genome sequencing untuk mendeteksi mutasi Virus Corona. 

"Kita pastikan semua WNI maupun asing yang pernah datang atau mengunjungi India akan dilakukan genome sequencing agar dapat diketahui, apakah ada mutasi (virus Corona) baru atau tidak," kata Budi usai Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 26 April 2021.

"Protokol kesehatan ketat juga dilakukan untuk tenaga migran Indonesia, karena puluhan ribu yang masuk. Mereka sudah masuk di atas 100.000 orang dan akan masuk (lagi) puluhan ribu (lainnya)," Budi melanjutkan.

Pengetatan kedatangan dilakukan di titik-titik, seperti Batam, Kepulauan Riau, dan perbatasan Indonesia dengan Sabah dan Sarawak, yakni Entikong, Nunukan, Malinau. Di sana juga akan diperkuat skrining dan proses karantina.

"Sehingga orang yang masuk akan kita tes dan pastikan semua hasil tesnya dikirim untuk diteliti genom sequencing. Tujuannya, untuk melindungi rakyat Indonesia dari potensi virus Corona baru yang masuk," Budi Gunadi menjelaskan.

3 dari 4 halaman

Infografis COVID-19:

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya
Perbesar
Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓