Top 3: Warga India Eksodus ke Indonesia Ada yang Positif COVID-19 Jadi Sorotan

Oleh Tommy Kurnia pada 23 Apr 2021, 10:00 WIB
Diperbarui 23 Apr 2021, 10:58 WIB
Kematian Corona di India Melesat
Perbesar
Seorang pekerja migran tiba di terminal bus untuk menuju desanya setelah lockdown diberlakukan di ibu kota India, New Delhi, Selasa (20/4/2021). India melaporkan 259.170 infeksi baru dan 1.761 kematian akibat Covid-19 dalam 24 jam terakhir. (AP Photo/Manish Swarup)

Liputan6.com, Jakarta - Tsunami COVID-19 belum kunjung surut di India. Gelombang kasus baru justru makin tinggi hingga tembus 300 ribu sehari.  

Singapura telah menerapkan travel ban ke India dan wacana serupa muncul di India. Satgas COVID-19 mendeteksi juga adanya eksodus warga India ke Indonesia, dan banyak dari mereka positif corona. 

Masalah eksodus warga India menjadi sorotan di kanal global Liputan6.com, Jumat (23/4/2021). 

Selain isu India dan COVID-19, isu panas lain datang dari Australia yang membatalkan proyek Jalur Sutra Baru (Belt and Road Initiative) dengan China. Hubungan antara kedua negara pun semakin renggang. 

Berikut daftar artikelnya: 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 6 halaman

1. Eksodus Warga India

Spider Man Semprot Disinfektan
Perbesar
Pekerja sosial India Ashok Kurmi berpakaian seperti Spider Man mendesinfeksi daerah di sekitar stasiun kereta Chhatrapati Shivaji Maharaj selama lockdown yang diberlakukan di Mumbai, Rabu (21/4/2021). Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengekang penyebaran COVID-19 di Mumbai. (AP Photo/Rajanish Kakad

Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan adanya eksodus warga India ke Indonesia setelah ledakan kasus COVID-19 di negara tersebut. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Doni Monardo, meminta Dirjen Keimigrasian dan Kementerian Luar Negeri bertindak cepat. 

Doni menyebut Kementerian Luar Negeri dan Dirjen Imigrasi harus bertindak cepat. Ia juga menekankan agar jangan sampai terjadinya eksodus besar-besaran warga India ke Indonesia karena dinilai ada kelonggaran. 

 

Baca selengkapnya...

3 dari 6 halaman

2. Kasus COVID-19 di India Melesat

Upacara Shahi snan di Sungai Ganga, negara bagian Uttarakhan, India. Kasus COVID-19 naik di India.
Perbesar
Upacara Shahi snan di Sungai Ganga, negara bagian Uttarakhan, India. Kasus COVID-19 naik di India. Dok: AP Photo/Karma Sonan

Kehadiran varian baru dari virus COVID-19 B1617 dari India ini diungkapkan WHO mampu bermutasi ganda atau lebih cepat menular.

"Sampai saat ini varian B1617 tidak ditemukan pada sampel yang digunakan untuk whole genome sequencing sampai dengan tanggal 19 April 2021," ujar juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual, Selasa (20/4). 

Berikut daftar negara dengan kasus tertinggi per 22 April 2021

4 dari 6 halaman

3. Australia Batalkan Proyek Jalur Sutra dengan China

Presiden China Tiba di Hong Kong
Perbesar
Presiden Cina Xi Jinping seusai berbicara kepada awak media di Bandara Internasional Hong Kong, Kamis (29/6). Selama sepekan terakhir, Kepolisian Hong Kong sudah melakukan berbagai antisipasi terkait kunjungan Presiden Xi Jinping. (AP Photo/Kin Cheung)

Australia membatalkan dua perjanjian dengan China terkait proyek One Belt One Road (OBOR) atau yang kini disebut Belt and Road Initiative (BRI). China menyebut langkah ini sebagai provokatif.

Dilaporkan BBC, Kamis (22/4), perjanjian yang dibatalkan adalah antara negara bagian Victoria dan China. Pemerintah Australia menggunakan kekuatan federal untuk menyetop perjanjian tersebut.

5 dari 6 halaman

Infografis Vaksin COVID-19:

Infografis Sinovac Belum Termasuk Vaksin Covid-19 Syarat Umrah. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Sinovac Belum Termasuk Vaksin Covid-19 Syarat Umrah. (Liputan6.com/Trieyasni)
6 dari 6 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓