Merayakan Hari Bumi, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta Adakan Kelas Soal Lingkungan

Oleh Liputan6.com pada 23 Apr 2021, 13:56 WIB
Diperbarui 23 Apr 2021, 13:56 WIB
Kelas virtual 'Reporting on the Environment Together'
Perbesar
'Reporting on the Environment Together' (YouTube)

Liputan6.com, Jakarta - Setiap tahun, negara-negara di seluruh dunia merayakan Hari Bumi yang jatuh pada 22 April. Untuk merayakal hal tersebut, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta mengadakan kelas virtual dengan judul 'Reporting on the Environment Together'.

Dimana mereka mengajak jurnalis untuk berdiskusi bersama Dale Willman, Direktur Asosiasi Program Media Ketahanan, Institut Bumi, Universitas Columbia, dan Harry Surjadi, Koordinator Regional dari Rainforest Journalism Fund, pusat pulitzer.

Willman menjelaskan apabila jika masyarakat mempunyai informasi akurat tentang satu hal yang perlu diubah, mereka akan menuntut perubahan.

"Sebagai jurnalis, kami akan menulis informasi penting dan akan kami sampaikan kepada warga. Idenya adalah warga akan mendapat informasi yang lebih baik dan mereka akan bertindak sesuai dengan informasi baru yang mereka peroleh," jelas Willman.

"Misalnya masyarakat Bekasi membaca tentang pencemaran yang mereka timbulkan akibat semua truk yang melewati jalan tol ke bandung, mereka menjadi prihatin dan meminta perubahan."

Walau begitu, ia menekankan bahwa mungkin tidak semua perusahaan media dapat meliput topik tersebut di area tertentu karena beberapa alasan seperti membuat sebuah pihak marah. Namun, masyarakat sekarang tidak bergantung pada media untuk mendapatkan informasi.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 3 halaman

Bahaya dan Manfaat Citizen Journalism

Ilustrasi merekam (Photo by Joey Huang on Unsplash)
Perbesar
Ilustrasi merekam (Photo by Joey Huang on Unsplash)

Berkat teknologi, citizen journalism menjadi salah satu cara di mana masyarakat mendapatkan informasi.

"Apa itu citizien journalism? Itu tergantung pada siapa Anda bertanya. Tetapi jurnalisme warga memiliki banyak definisi," tuturnya.

"Itu dapat bisa sesederhana seseorang mengambil video dan menayangkannya di YouTube."

Ia terus menjelaskan bahwa dengan adanya citizen journalism, informasi yang lebih luas dapat tersebar untuk masyarakat. Tetapi, hal tersebut belum tentu aksi yang aman bagi mereka.

"Tapi ada juga masalah jurnalisme warga. Dan yang utama adalah tanpa sumber dari outlet berita besar, mereka lebih terbuka untuk tuntutan hukum. Mereka tidak memiliki sumber daya untuk mempertahankan diri dan biayanya bisa sangat besar."

"Warga juga bisa membuka diri terhadap ancaman fisik. Ini adalah masalah yang sangat serius. Ketika saya berada di Indonesia pada tahun 2010 & 2011, setidaknya dua jurnalis lingkungan terbunuh. Satu ditemukan diborgol ke pohon mengambang di sungai."

Untuk menghindari insiden seperti itu, Willman mengatakan bahwa jurnalis harus mempunyai pelatihan bagaimana cara untuk meneliti sebuah cerita, memisahkan antara fakta dan bukan, serta merangkai hal tersebut untuk diperhatikan oleh masyarakat.

Citizen journalism juga dapat membawa banyak manfaat karena bisa membawa informasi dengan cepat saat terjadi sesuatu yang tidak bisa langsung diliput oleh media. Selain itu, mereka juga dapat menaikan perhatian warga lokal terhadap sebuah isu.

 

Reporter: Paquita Gadin

3 dari 3 halaman

Infografis 4 Tips Ciptakan Sirkulasi Udara di Ruangan Cegah Covid-19

Infografis 4 Tips Ciptakan Sirkulasi Udara di Ruangan Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 4 Tips Ciptakan Sirkulasi Udara di Ruangan Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓