Malaysia Gelar Salat Hajat dan Kirim Bantuan untuk Cari Kapal Selam KRI Nanggala-402

Oleh Tommy Kurnia pada 22 Apr 2021, 13:55 WIB
Diperbarui 22 Apr 2021, 13:55 WIB
Wujud Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang Hilang Kontak
Perbesar
Foto yang dirilis 21 April 2021 kapal selam KRI Nanggala 402 berangkat dari pangkalan angkatan laut di Surabaya. KRI Nanggala-402 dibuat tahun 1977 di Howaldtswerke Deutsche Werft (HDW) Jerman. (Handout/Indonesia Military/AFP)

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Malaysia ikut mengirim kapal penyelamat untuk mencari Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang hilang di perairan Bali pada 21 April 2021. Menteri Pertahanan Malaysia Dato Sri Ismail Sabri juga telah berkomunikasi dengan Menhan Prabowo Subianto.

Menhan Malaysia memberikan ungkapan simpati kepada keluarga besar TNI Angkatan Laut, TNI, Kementerian Pertahanan, dan rakyat Indonesia atas insiden yang menimpa Kapal Selam KRI Nanggala-402, demikian pernyataan Kedutaan Besar Malaysia, Kamis (22/4/2021).

Pada Kamis pagi, Royal Malaysian Navy (Angkatan Laut Kerajaan Malaysia) mengirimkan MV Mega Bakti untuk membantu pencarian Kapal Selam KRI Nanggala-402, serta melaksanakan salat hajat agar kapal segera ditemukan.

MV Mega Bakti itu berangkat dari kota Kinabalu dan diprediksi tiba ke lokasi SAR pada 25 April 2021 jam 15.00.

Operasi SAR ini melibatkan 54 kru yang terdiri dari tujuh pegawai dan anggota Royal Malaysian Navy, serta dan tiga pegawai dan staf kedokteran Angkatan Tentara Malaysia, serta 44 kru MV Mega Bakti. Operasi ini diketuai oleh Komander Mohd Hairul Fahmy bin Yob dari Royal Navy selaku Coordinator Rescue Force (CRF).

 
2 dari 3 halaman

TNI Kerahkan 5 KRI dan 1 Helikopter Dikerahkan

Wujud Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang Hilang Kontak
Perbesar
Foto yang dirilis 21 April 2021 kapal selam KRI Nanggala 402 berlabuh di pangkalan angkatan laut di Surabaya. Kapal selam KRI Nanggala-402 dari jajaran Armada II Surabaya hilang kontak saat melaksanakan latihan penembakan Torpedo SUT di perairan selat Bali. (Handout/Indonesia Military/AFP)

Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad merinci sejumlah armada dan sarana untuk mencari Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak di perairan utara Bali. Kapal selam itu hilang kontak sejak Rabu 21 April pagi.

"Kita sudah kerahkan semua sumber daya yang ada, peralatan juga. Ada KRI Rigel dibantu KRI Soeharso, mereka akan bawa peralatan untuk mendeteksi bawah laut," kata Achamd saat jumpa pers di Bali yang disiarkan daring, Kamis (22/4/2021). 

Selain dua armada kapal, lanjut Achmad, total ada 5 KRI diterjunkan dalam misi pencarian kapal selam ini. Kemudian guna pencarian via pantauan udara, TNI juga mengerahkan satu unit helikopternya.

"(Total) ada 5 KRI, dan 1 helikopter yang melakukan pencarian, ini sudah bergerak," jelas Achmad.

Selain armada pencari, Achmad menambahkan, unit kendaraan pendukung lain juga disiagakan. Seperti ambulans dan mobil darurat.

"Ada beberapa peralatan pendukung, seperti ambulans MRC mobile, hyperbaric chamber juga disiapkan. Mudah-mudahan, apabila ditemukan, salah satu cara menyelamatkan para awak," ungkap Achmad soal pencarian kapal selam KRI Nanggala 402.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓