Belanda Cabut Aturan Jam Malam, Pertokoan dan Kafe Akan Dibuka

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 22 Apr 2021, 07:00 WIB
Diperbarui 22 Apr 2021, 07:00 WIB
Begini Penampakan Kota Amsterdam Saat Jam Malam COVID-19
Perbesar
Polisi mengontrol sertifikasi keluar pada orang yang lewat saat jam malam dimulai di Haarlem, Belanda (23/1/2021). Belanda memasuki fase terberat dari pembatasan anti-virus Corona hingga saat ini. (AFP/ANP/Koen van Weel)

Liputan6.com, Amsterdam - Pemerintah Belanda mengatakan sedang melonggarkan pembatasan ketat terkait pencegahan Virus Corona, dengan mengakhiri jam malam.

Pelonggaran itu pun termasuk mengizinkan kafe untuk buka di luar ruangan mulai 28 April.

Pada Januari 2021, Belanda memberlakukan jam malam - yang pertama kalinya di negara itu sejak Perang Dunia II, memicu kerusuhan terburuk di negara itu dalam beberapa dekade.

"Kami tentu saja senang ini bisa dimungkinkan kembali karena masyarakat merindukan lebih banyak kebebasan," kata Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte pada konferensi pers, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Kamis (22/4/2021).

Ditambahkannya, bahwa pelonggaran itu merupakan "langkah yang sangat hati-hati dan waspada", karena infeksi COVID-19 masih meningkat dari minggu ke minggu sementara Belanda berupaya meningkatkan program vaksinasi.

PM Rutte juga menjelaskan bahwa kafe-kafe akan diizinkan buka di teras luar antara pukul 12.00 siang hingga pukul 18.00 waktu setempat. 

Namun, pengunjung kafe akan dibatasi dengan maksimal 50 orang.

Warga juga akan diizinkan menerima dua tamu di rumah dalam sehari, dibandingkan pembatasan saat ini, yaitu satu orang.

Selain itu, pemerintah Belanda juga mengatakan bahwa pertokoan akan diizinkan menerima pelanggan secara langsung tanpa membuat janji sebelumnya.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Belanda Hadapi 1,3 Juta Kasus COVID-19

Begini Penampakan Kota Amsterdam Saat Jam Malam COVID-19
Perbesar
Jalan Damrak yang sepi terlihat selama jam malam di jantung kota Amsterdam, Sabtu (23/1/2021). Belanda memasuki fase terberat dari pembatasan anti-virus Corona hingga saat ini. (AP Photo/ Peter Dejong)

Rutte, yang partainya memenangkan kursi terbanyak dalam pemilihan pada Maret 2020 setelah menangani pandemi, bersikeras pemerintah "tidak bertaruh" dalam upaya-upaya pelonggaran aturan COVID-19.

Sejak awal pandemi Virus Corona, Belanda, dengan sekitar 17 juta penduduknya telah mencatat 1,3 juta kasus dan 16.000 kematian akibat COVID-19.

Setelah pertama-tama memilih "penutupan wilayah secara cerdas" yang jauh lebih longgar daripada negara-negara tetangganya di Eropa, Belanda pada Oktober 2020 memberlakukan pembatasan ketat ketika kasus COVID-19 melonjak.

Kerusuhan selama berhari-hari terjadi di beberapa kota termasuk Amsterdam dan Rotterdam, setelah jam malam diberlakukan, yang saat ini berlaku dari pukul 22.00 hingga pukul 04.30 waku setempat.

3 dari 4 halaman

Infografis 5 Tips Cegah COVID-19 Saat Beraktivitas dengan Orang Lain

Infografis 5 Tips Cegah Covid-19 Saat Beraktivitas dengan Orang Lain. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 5 Tips Cegah Covid-19 Saat Beraktivitas dengan Orang Lain. (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓