Seorang Petugas Bandara di Auckland Positif COVID-19 Usai Selandia Baru-Australia Buka Perbatasan

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 20 Apr 2021, 11:33 WIB
Diperbarui 20 Apr 2021, 11:51 WIB
Hari Pertama Pembukaan Travel Bubble Australia dan Selandia Baru Setelah 400 Hari Ditutup
Perbesar
Suasana hari pertama pemberlakuan travel bubble antara Australia dan Selandia Baru di Bandara Internasional Sydney, Senin, 19 April 2021. (dok.SAEED KHAN / AFP)

Liputan6.com, Auckland - Seorang petugas di bandara Auckland dinyatakan positif COVID-19 sehari setelah Selandia Baru membuka pintu masuk dan perjalanan timbal balik dengan Australia.

Kasus ini tampaknya tidak terkait dengan kebijakan pembukaan perjalanan, dan penerbangan antara Selandia Baru-Australia belum ditangguhkan, demikian dikutip dari laman BBC, Selasa (20/4/2021).

Ribuan penumpang terbang antara kedua negara pada hari Senin (19/4) untuk pertama kalinya dalam lebih dari setahun, sejak pandemi COVID-19.

PM Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan, orang yang terinfeksi telah membersihkan pesawat dari "negara berisiko tinggi".

Dia mengatakan kepada wartawan bahwa pekerja tersebut telah divaksinasi penuh, menambahkan bahwa meskipun suntikan tidak sepenuhnya menghilangkan risiko terinfeksi, itu berarti seseorang "tidak akan sakit dan tidak akan meninggal."

Ardern mengatakan, dia belum berbicara dengan mitranya dari Australia Scott Morrison, tetapi dia tidak berharap kasus tersebut mempengaruhi pengaturan perjalanan antara kedua negara.

"Ketika kami membuka, di kedua sisi, kami tentu tahu akan terus memiliki kasus yang terkait dengan perbatasan... Kami menerima itu akan menjadi bagian dari perjalanan bersama, saya pikir Australia menerimanya," katanya.

Aturan pembukaan perjalanan yang telah lama ditunggu-tunggu ini menyebut, pengunjung dari Selandia Baru atau Australia tidak perlu lagi melakukan karantina pada saat kedatangan.

 

2 dari 3 halaman

Upaya Australia dan Selandia Baru

Miniatur Bendera Nasional Selandia Baru dan Australia
Perbesar
Akademisi mengatakan, hubungan Australia dan Selandia Baru tidak bisa lagi bersatu seromantis dahulu. (iStockphoto)

Di bawah pedoman pemerintah Selandia Baru untuk aturan perjalanan tersebut, aktivitas hanya akan dihentikan sementara jika kasus COVID-19 datang dari sumber yang tidak diketahui.

Jika ada beberapa kasus dari sumber yang tidak diketahui, yang memicu penguncian regional di area yang terkena dampak, aturan perjalanan kemudian akan ditangguhkan.

Baik Selandia Baru dan Australia telah mengatasi wabah COVID-19 dan telah memenangkan pujian atas penanganan pandemi di negara mereka.

Kontrol perbatasan yang ketat dan penguncian sekejap adalah di antara langkah-langkah untuk menjaga tingkat infeksi tetap rendah.

Australia telah mencatat 910 kematian, dan Selandia Baru 26 kematian.

Kedua negara menutup perbatasan pada Maret 2020 dan memberlakukan karantina untuk warga negara yang kembali.

Sejak Oktober, para pelancong dari Selandia Baru telah diizinkan memasuki sebagian besar negara bagian Australia tanpa karantina.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓