Turki Sudah Suntik Lebih dari 20 Juta Dosis Vaksin COVID-19 ke Warganya

Oleh Tommy Kurnia pada 20 Apr 2021, 08:02 WIB
Diperbarui 20 Apr 2021, 08:02 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan disuntik vaksin Sinovac.
Perbesar
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan disuntik vaksin Sinovac. Dok: Twitter @RTErdogan

Liputan6.com, Ankara - Turki telah menyuntikkan lebih dari 20 juta dosis vaksin COVID-19 ke warganya. Jumlah warga yang sudah menerima dosis pertama mencapai 12 juta orang.

Program vaksinasi di Turki dimulai pada 14 Januari 2021. Sama seperti di Indonesia, vaksin Sinovac menjadi andalan Turki.

Menurut laporan Anadolu, Senin (19/4/2021), ada lebih dari 3,1 juta dosis vaksin COVID-19 sudah disuntikan di Istanbul. Sebanyak 1,2 juta orang telah mendapat dua dosis.

Jarak pemberian vaksin di Turki adalah empat minggu. Pemberian vaksin di Turki bersifat sukarela.

Pada vaksinasi Stage 1 di Turki, tenaga kesehatan dan pegawai di fasilitas seperti panti jompo dan rumah asuh menjadi prioritas. Lansia berusia 65 tahun ke atas juga masuk tahap awal.

Kasus COVID-19 di Turki kini tetap meningkat dan jam malam pada akhir pekan kembali diberlakukan.

Berdasarkan data Johns Hopkins University, total kasus COVID-19 di Turki mencapai 4,2 juta kasus.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Kasus COVID-19 di India Melonjak, Menkes Budi Ajak Waspada

Tekan Angka Corona, Mumbai Berlakukan Pembatasan Ketat
Perbesar
Jalan sepi di Marine Drive terlihat selama pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah negara bagian di tengah meningkatnya kasus corona Covid-19, di Mumbai, Kamis (15/4/2021). Kasus virus corona baru di India mencapai rekor tertinggi pada Rabu, 14 April. (Punit PARANJPE / AFP)

India juga sedang menyaksikan lonjakan kasus COVID-19 di negaranya. Total kasusnya telah mencapai 15 juta. 

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat tetap waspada. Disiplin protokol kesehatan dan mematuhi aturan pada Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro.

Diharapkan upaya tersebut semakin menekan laju penularan kasus COVID-19. Terlebih lagi didukung dengan program vaksinasi nasional yang sedang berlangsung. 

"Kita sekarang, Alhamdulillah, PPKM mikro dan program vaksinasi sudah bisa menurunkan laju penularan kasus konfirmasi COVID-19 dan keterisian rumah sakit, tolong kita tetap waspada," kata Budi usai Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 19 April 2021.

"Kita tetap hati-hati, tetap disiplin menjalankan protokol 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak), kita tetap mematuhi aturan PPKM mikro yang menurut kami sudah sangat baik jalannya."

Apabila kita menjalankan protokol kesehatan dan mematuhi aturan PPKM mikro, apa yang terjadi di India tidak dialami di Indonesia.

"Kalau kita bisa menjalankan (protokol kesehatan), Insha Allah di masa Ramadan ini dan Idulfitri, kita tidak mengalami seperti yang ada di India. Jangan lupa, tetap hati-hati, jalankan protokol kesehatan," pesan Budi Gunadi.

3 dari 4 halaman

Infografis Vaksin COVID-19:

Infografis Kejahatan Vaksin Covid-19 Palsu di China
Perbesar
Infografis Kejahatan Vaksin Covid-19 Palsu di China (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓