Bahas Nuklir, Menlu Iran Javad Zarif Temui Retno Marsudi

Oleh Tommy Kurnia pada 19 Apr 2021, 17:40 WIB
Diperbarui 19 Apr 2021, 19:46 WIB
Pertemuan Menlu Retno Marsudi dan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif.
Perbesar
Pertemuan Menlu Retno Marsudi dan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif. Dok: Senin (19/4/2021).

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Javad Zarif, menemui Menlu Retno Marsudi di Jakarta. Keduanya membahas isu seperti perjanjian nuklir hingga perdagangan. 

Media pemerintah Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), menyebut bahwa Menlu Zarif berangkat dari Iran pada Minggu (18/4). Kunjungan ini disebut "Diplomasi Ramadhan."

Zarif mengungkap bahwa Iran siap berdiskusi dengan pihak Jakarta terkait Preferential Tariff Agreement. Selain itu, Iran memuji sikap Indonesia terkait perjanjian nuklir Iran atau JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action).

"Zarif memuji pendirian-pendirian berprinsip Indonesia pada Dewan Keamanan PBB untuk menyelamatkan perjanjian nuklir Iran 2015," tulis IRNA.

"Serta dalam mendukung implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231."

Resolusi 2231 adalah terkait isu nuklir Iran dan komitmen PBB untuk mendukung penelitian, produksi, dan pengembangan energi nuklir untuk tujuan damai. Iran juga berjanji tidak akan mengembangkan senjata nuklir.

Akan tetapi, pemerintahan Donald Trump angkat kaki dari perjanjian nuklir Iran karena tak percaya perjanjian itu bisa mencegah Iran mendapat senjata nuklir, sehingga ia menuntut negosiasi baru. Indonesia turut menyesalkan keputusan Trump yang akhirnya meninggalkan JCPOA.

2 dari 3 halaman

Sektor Ekonomi dan Perdamaian Afganistan

Pertemuan Menlu Retno Marsudi dan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif.
Perbesar
Pertemuan Menlu Retno Marsudi dan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif. Dok: Senin (19/4/2021).

Menlu Retno Marsudi turut mendukung perkembangan relasi Indonesia-Iran di berbagai bidang, termasuk sektor ekonomi.

Diharapkan agar kedua negara dapat memfasilitasi perdagangan bilateral melalui komisi dagang bersama.

Kedua menlu juga membahas hukum internasional serta meninjau proses perdamaian di Afganistan.

Tahun lalu, Donald Trump berencana agar tentara AS bisa pulang dari Afganistan. Kini, Presiden Joe Biden dan NATO akan mulai meninggalkan Afganistan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓