India Kembali Catat Sejarah, Kasus Harian COVID-19 Tembus 273.810

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 19 Apr 2021, 13:32 WIB
Diperbarui 19 Apr 2021, 13:51 WIB
Puluhan juta umat Hindu berkumpul di Festival Kumbh Mela yang digelar di tepi Sungai Gangga, India, selama 48 hari (AP Photo)
Perbesar
Puluhan juta umat Hindu berkumpul di Festival Kumbh Mela yang digelar di tepi Sungai Gangga, India, selama 48 hari (AP Photo)

Liputan6.com, New Delhi - India melaporkan rekor kasus COVID-19 sebanyaka 273.810 dalam satu hari pada Senin (19/4).

Dikutip dari laman Channel News Asia, Senin (19/4/2021) penambahan ini menjadikan beban kasus secara keseluruhan melewati 15 juta, kedua setelah Amerika Serikat secara global.

Angka kematian harian di India akibat Corona COVID-19 di negara itu juga naik, 1.619 menjadi total 178.769, menurut data kementerian kesehatan.

Otoritas India sedang berjuang untuk mengosongkan tempat tidur rumah sakit dan mengamankan pasokan oksigen tambahan.

Petugas kesehatan juga bersiap untuk lonjakan lebih lanjut karena jutaan peziarah menghadiri festival keagamaan.

Setelah penguncian nasional setahun lalu menyebabkan kemerosotan ekonomi, pemerintah India ingin menghindari penutupan ekonomi kedua.

Meskipun demikian, kota-kota besar seperti New Delhi telah memerintahkan penutupan layanan penting.

Kota berpenduduk lebih dari 20 juta orang ini sekarang memiliki kasus harian terbanyak di India.

Restoran, mal, dan gym diperintahkan untuk ditutup. Sementara itu, acara pernikahan dapat dilanjutkan dengan tamu terbatas hingga 50 orang, sementara hanya 20 yang dapat menghadiri pemakaman.

2 dari 3 halaman

Faktor Gelombang Kedua COVID-19

Festival umat Hindu di India untuk melakukan ritual mandi bersama yakni Kumbh Mela di Sungai Gangga.
Perbesar
Festival umat Hindu di India untuk melakukan ritual mandi bersama yakni Kumbh Mela di Sungai Gangga. Festival ini dilakukan di tengah masa pandemi COVID-19. (Foto: AP)

Menurut para ahli, pembukaan ekonomi secara penuh setelah penguncian yang melumpuhkan tahun lalu, festival keagamaan massal, dan demonstrasi politik di negara bagian yang mengadakan pemilihan, telah memperburuk infeksi pada gelombang kedua.

Hampir satu juta umat memadati tepi Sungai Gangga di kota utara Haridwar pada Senin (12/4) untuk bergabung dalam festival Kumbh Mela atau festival kendi selama berbulan-bulan, hingga mempertaruhkan lonjakan infeksi.

"Kerumunan di sini melonjak ... polisi terus-menerus mengimbau orang-orang untuk menjaga jarak sosial," kata pejabat polisi Sanjay Gunjyal kepada Reuters di situs tersebut.

Pemilihan juga dijadwalkan di empat negara bagian besar bulan ini, dengan Perdana Menteri Narendra Modi akan melakukan perjalanan ke negara bagian timur Benggala Barat untuk mengatasi demonstrasi yang akan menarik ribuan orang. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓