China dan Rusia Jadi Ancaman Terbesar Amerika Serikat

Oleh Liputan6.com pada 17 Apr 2021, 14:00 WIB
Diperbarui 17 Apr 2021, 14:00 WIB
Joe Biden dan Kamala Harris Resmi Pimpin Amerika Serikat
Perbesar
Presiden Joe Biden berbicara selama Pelantikan di US Capitol di Washington, Rabu (20/1/2021). Joe Biden mengalahkan Donald Trump di pemilu AS 2020 dengan perolehan 81 juta suara. (AP Photo/Patrick Semansky, Pool)

Liputan6.com, Washington, D.C - China dan Rusia menjadi ancaman terbesar bagi Amerika Serikat. China disorot karena gagal menyetop penyebaran COVID-19 serta diplomasi vaksin mereka. 

Dilansir VOA Indonesia, Jumat (16/4/2021), pejabat-pejabat intelijen AS menyampaikan ke Kongres bahwa krisis ekonomi global dan kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh pandemi virus corona akan meningkatkan kerusuhan di seluruh dunia.

Direktur Intelijen Nasional Avril Haines mengatakan, “Kita menghadapi rangkaian luas ancaman yang sudah lama ada dan yang akan muncul. Persimpangannya meningkatkan potensi krisis yang terus meningkat. Dunia kita yang semakin saling terhubung dan seluler menawarkan peluang yang sangat besar, tetapi pada saat yang sama melipatgandakan tantangan yang kita hadapi.”

Amerika juga menghadapi ancaman dari Rusia, Korea Utara, dan Iran, menurut penilaian tahunan yang dirilis minggu ini oleh 18 badan intelijen Amerika.

Senator Virginia dari fraksi Demokrat Mark Warner mengatakan, “Penilaian tentang ancaman ini merinci secara luas berbagai tantangan yang kita hadapi, tetapi ada beberapa isu yang ingin saya ketahui: keamanan siber, keamanan pemilu, peningkatan ekstremisme kekerasan dalam negeri, dan jelas kebangkitan China, khususnya Partai Komunis China."

Diplomasi vaksin China adalah contoh terbaru dari persaingan langsung dengan Amerika dalam hal pengaruh global.

"China semakin menjadi pesaing yang hampir setara, menantang Amerika dalam berbagai bidang sambil melakukan tekanan untuk merevisi norma global dengan cara yang mendukung sistem China yang otoriter," tambah Avril Haines.

2 dari 3 halaman

Serangan Hacker Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin
Perbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin (Mikhail Klimentyev/Pool Photo via AP)

Pasca serangan siber besar-besaran terhadap SolarWinds yang dituding dilakukan peretas Rusia - anggota Kongres Amerika mengatakan keamanan siber harus ditanggapi dengan lebih serius.

Senator Florida dari fraksi Republik Marco Rubio mengatakan, “Peretasan SolarWinds menunjukkan betapa mudah infrastruktur Amerika diretas. Tidak sulit membayangkan berapa banyak kerusakan yang akan ditimbulkan jika musuh kita bertekad untuk melakukan serangan seperti itu di luar memata-matai hal lain seperti jaringan listrik atau pasokan air.”

Keamanan pemilu juga menjadi titik ketegangan utama dengan Rusia setelah pemilihan presiden Amerika tahun lalu.

“Rusia melakukan kampanye disinformasi yang canggih pada tahun 2020 untuk melemahkan presiden kita sekarang, dan untuk mendukung pencalonan presiden sebelumnya. Kita perlu menegaskan bahwa mereka yang melakukan campur tangan yang tidak bersahabat ini akan dituntut pertanggungjawabannya," kata Senator Mark Warner.

Pengarahan minggu ini untuk anggota Kongres menandai pertama kali dalam dua tahun badan intelijen Amerika secara terbuka menguraikan ancaman di seluruh dunia, praktik yang ditangguhkan dalam setahun terakhir pemerintahan Trump.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓