Olimpiade Tokyo 2021 Terancam Batal jika COVID-19 Makin Parah

Oleh Tommy Kurnia pada 16 Apr 2021, 08:04 WIB
Diperbarui 16 Apr 2021, 08:19 WIB
Penetapan Hitung Mundur 100 Hari Menuju Pembukaan Olimpiade Tokyo
Perbesar
Patung Miraitowa (kiri) dan Someity, maskot resmi untuk Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020/2021, terlihat menandai 100 hari sebelum dimulainya Olimpiade Tokyo 2020 di gedung Pemerintah Metropolitan Tokyo, Rabu (14/4/2021). Olimpiade Tokyo akan dibuka pada 23 Juli 2021. (Eugene Hoshiko/POOL/AFP)

Liputan6.com, Tokyo - Olimpiade Tokyo 2021 masih berpotensi dapat dibatalkan apabila situasi COVID-19 semakin buruk. Hal itu disampaikan orang nomor dua di partai berkuasa Jepang.

"Jika tidak mungkin, maka itu (Olimpiade Tokyo 2021) seharusnya dibatalkan," ujar Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Liberal Jepang, Toshihiro Nikai, seperti dilaporkan Kyodo, Kamis (15/4/2021).

Pembatalan dapat terjadi apabila Olimpiade 2021 dianggap bertanggung jawab dalam penyebaran infeksi COVID-19. Namun, Nikai percaya bahwa Olimpiade dapat terus berlanjut.

Komite Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo rencananya akan menyewa sekitar 300 ruang hotel untuk para atlet dan staf yang mengidap COVID-19. Hotel itu digunakan bagi pasien yang tak butuh perawatan di rumah sakit.

Saat ini Jepang sedang menghadapi gelombang keempat COVID-19. Jam-jam bisnis untuk restoran dan bar di Tokyo dan beberapa prefektur lain mulai dibatasi.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Dilema Asosiasi Medis Jepang

Warna-warni Cahaya Olimpiade 2021 Membalut Tokyo
Perbesar
Pemandangan umum menunjukkan Cincin Olimpiade di depan Stadion Nasional, tempat utama untuk Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020, 100 hari sebelum upacara pembukaan di Tokyo pada 14 April 2021. (Charly TRIBALLEAU / AFP)

Mengadakan Olimpiade Tokyo yang ditunda musim panas ini dinilai akan "sangat sulit", mengingat lonjakan infeksi COVID-19 di seluruh Jepang, ujar Kepala Asosiasi Medis Tokyo Haruo Ozaki.

Haruo Ozaki membunyikan alarm karena meningkatnya kasus harian yang mendorong pembatasan virus Corona baru di Tokyo dan tempat lain di Jepang. 

"Jika infeksi menyebar lebih jauh, pada kenyataannya akan sulit menyelenggarakan Olimpiade dalam bentuk biasa dengan atlet yang datang dari berbagai negara, bahkan jika Olimpiade diadakan tanpa penonton," kata harian Sports Hochi mengutipnya pada konferensi pers, yang dilansir dari Channel News Asia, pada Rabu (14/4). 

Di halaman Facebook-nya Rabu, Ozaki mengatakan laporan itu mencerminkan kekhawatirannya, meskipun keberhasilan baru-baru ini diraih oleh perenang Jepang Rikako Ikee dan pegolf Hideki Matsuyama yang telah menginspirasi.

"Saya tidak bisa menahan air mata menyaksikan penampilan hebat Ikee dan Matsuyama. Saya juga ingin menyaksikan penampilan hebat mereka di Olimpiade," tulisnya.

"Tapi, dari posisi saya sebagai kepala pekerja medis, saya harus mengatakan bahwa menyelenggarakan Olimpiade itu sangat sulit."

Ozaki meminta penyelenggara untuk "menunjukkan langkah-langkah konkret tentang bagaimana mereka dapat mencegah penyebaran infeksi di dalam dan luar negeri".

"Maka kami ingin mempelajari dengan tulus apakah rencana seperti itu realistis," tulisnya.

3 dari 4 halaman

Infografis COVID-19:

Infografis Aman Berpuasa Saat Pandemi Covid-19
Perbesar
Infografis Aman Berpuasa Saat Pandemi Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓