Joe Biden Tarik Pasukan AS dari Afganistan Saat Peringatan Tragedi 9/11

Oleh Tommy Kurnia pada 15 Apr 2021, 06:30 WIB
Diperbarui 15 Apr 2021, 07:24 WIB
FOTO: Paskah, Gedung Putih Kembali Tiadakan Tradisi Easter Egg Roll
Perbesar
Presiden Joe Biden bersama Ibu Negara Jill Biden melambaikan tangan dari balkon Ruang Biru, Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Senin (5/4/2021). Gedung Putih kembali meniadakan tradisi Easter Egg Roll menyusul pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung. (AP Photo/Evan Vucci)

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berjanji akan menarik pasukan dari Afganistan pada 11 September 2021. Tanggal itu merupakan peringatan ke-20 dari serangan teror 9/11.

Joe Biden berkata akan tetap mendukung pada pemerintah Afganistan secara diplomatik, serta melanjutkan aktivitas kemanusiaan. Ia berkata tidak ingin melanjutkan siklus kehadiran militer di negara tersebut.

"Ini waktunya mengakhiri peperangan terpanjang Amerika," ujar Joe Biden di Gedung Putih, seperti dilansir BBC, Kamis (15/4/2021).

"Kita pergi ke Afganistan karena serangan keji yang terjadi 20 tahun lalu," ujar Joe Biden. "Itu tidak menjelaskan kenapa kita harus tetap di sana di 2021."

Joe Biden pun menyayangkan bahwa ada generasi tentara AS yang terjun di Afganistan, padahal mereka belum lahir saat peristiwa 911 terjadi.

Sebelumnya, Mantan Presiden Donald Trump ingin agar pasukan AS angkat kaki dari Afganistan pada Mei 2021 jika pasukan Taliban bisa bersikap damai. Diskusi dengan Afganistan dan Taliban juga sudah dilakukan.

Saat ini, ada 2.500 tentara AS yang menjadi bagian misi NATO di Afganistan. Namun, menurut laporan media AS jumlah tentara di AS sedang naik hingga nyaris 3.500.

2 dari 3 halaman

Pemerintah Afganistan Menerima

Bom Mobil Taliban Tewaskan Empat Orang di Afganistan
Perbesar
Suasana lokasi sehari setelah serangan di Kabul, Afghanistan (15/1). Menurut pejabat setempat, seorang pembom bunuh diri Taliban meledakkan kendaraan bermuatan bahan peledak pada Senin malam. (AP Photo/Rahmat Gul)

Melalui Twitter, Presiden Afganistan Ashraf Ghani berkata sudah berbincang melalui telepon bersama Presiden Biden. Ia menerima keputusan Biden tersebut dan akan memastikan ada transisi yang mulus.

Selain itu, ia menegaskan bahwa pasukan pertahanan Afganistan mampu untuk melindungi warganya sendiri. 

Pasukan AS berada di Afganistan sebagai bagian dari War on Terror yang dicetus Presiden George H.W. Bush. Target utamanya adalah Osama bin Laden yang merupakan sosok di belakang peristiwa 9/11. War on Terror selama ini mendapat kritikan baik dari dalam negeri AS maupun dunia internasional.

Biden berkata tidak ingin perang di Afganistan menjadi konflik lintas-generasi. 

"Kita punya anggota prajurit yang belum lahir ketika negara kita diserang pada 9/11. Perang di Afganistan tidak dimaksudkan menjadi tugas multigenerasi," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓