Tak Ingin Ada Kasus Seperti COVID-19, WHO Minta Hentikan Penjualan Mamalia Hidup di Pasar

Oleh Liputan6.com pada 14 Apr 2021, 15:55 WIB
Diperbarui 14 Apr 2021, 17:23 WIB
China Kembali Buka Pasar Basah Wuhan
Perbesar
Pedagang mengenakan masker saat menawarkan udang untuk dijual di Pasar Baishazhou Wuhan di Wuhan, provinsi Hubei, Rabu (15/4/2020). Lebih dari 90 persen kios pasar basah di Wuhan telah kembali buka sejak pemerintah mencabut aturan lockdown di wilayah pusat wabah tersebut. (Hector RETAMAL/AFP)

Liputan6.com, Wuhan - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan dua badan global lain Selasa (13/4) meminta negara-negara di dunia untuk menghentikan penjualan mamalia liar hidup di pasar makanan untuk mencegah penyebaran penyakit menular pada manusia.

Selain WHO, Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan dan Program Lingkungan PBB memperingatkan bahwa mamalia mungkin menjadi sumber lebih dari 70 persen penyakit tersebut, demikian dikutip dari laman VOA Indonesia, Rabu (14/4/2021).

Rekomendasi mereka, untuk membantu memastikan keamanan dan keberlanjutan sistem pangan internasional, muncul setelah WHO memimpin misi ke Wuhan, China, untuk menyelidiki asal muasal virus corona penyebab COVID-19.

Tim penyelidik yang mengunjungi pasar Huanan, Wuhan, tempat penularan COVID-19 pertama pada manusia diidentifikasi, mengatakan virus baru corona kemungkinan menyebar dari kelelawar ke manusia melalui hewan lain.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kurangi Risiko Zoonosis

Petugas Medis Tangani Pasien Virus Corona di Ruang ICU RS Wuhan
Perbesar
Liu Huan (kanan), petugas medis dari Provinsi Jiangsu, memasuki sebuah bangsal ICU Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, 22 Februari 2020. Tenaga medis dari seluruh China mengerahkan upaya terbaik mereka untuk mengobati para pasien COVID-19 di rumah sakit itu. (Xinhua/Xiao Yijiu)

Panduan itu untuk "mengurangi risiko penularan COVID-19 dan zoonosis lainnya di pasar makanan tradisional," kata organisasi-organisasi itu di Jenewa, Selasa (13/4).

Panduan itu menegaskan bahwa pasar makanan tradisional yang dipaksa mematuhi standar kebersihan yang tinggi, aman bagi karyawan dan pelanggan.

Tetapi diperingatkan masalah besar bisa terjadi jika mereka mengizinkan penjualan dan penyembelihan hewan liar hidup di tempat terbuka.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya