Maharashtra di India Umumkan Pembatasan Ketat 15 Hari untuk Cegah COVID-19

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 14 Apr 2021, 10:36 WIB
Diperbarui 14 Apr 2021, 10:36 WIB
Taj Mahal
Perbesar
Turis mengunjungi Taj Mahal di Agra, India pada Senin (21/9/2020). Taj Mahal kembali dibuka untuk umum hari ini, Senin (21/9), dalam gerakan simbolis seperti biasa, bahkan ketika India tampaknya akan mengambil alih AS sebagai pemimpin global dalam infeksi Virus Corona COVID-19. (Sajjad HUSSAIN/AFP)

Liputan6.com, New Delhi- Maharashtra, negara bagian India yang paling parah terkena dampak Virus Corona, telah mengumumkan pembatasan baru di tengah gelombang infeksi COVID-19.

Kepala Menteri Uddhav Thackeray berhenti menyebut pembatasan tersebut sebagai lockdown, tetapi mengatakan bahwa selama 15 hari ke depan, hanya fasilitas-fasilitas penting yang dapat beroperasi.

Thackeray mengatakan, pertemuan lebih dari empat orang dan perjalanan tidak penting dengan transportasi umum akan dilarang.

"Perang telah dimulai lagi," kata Thackeray, seperti dilansir BBC, Rabu (14/4/2021).

"Sekarang waktunya beraksi, tambahnya. "Saya tidak mengatakan lockdown sekarang, tetapi pembatasan ketat. Saya tahu roti dan mentega itu penting, tetapi menyelamatkan nyawa itu penting."

Thackeray juga mengakui kebutuhan untuk stok tabung oksigen, dengan mengatakan pasokan akan dicari melalui militer.

Maharashtra adalah negara bagian terkaya di India dan rumah bagi kota terbesarnya, Mumbai.

Negara bagian India tersebut telah melaporkan 51.751 kasus baru dan 258 kematian akibat COVID-19 pada Senin (12/4).

Perdana Menteri India Narendra Modi dilaporkan telah meminta tim spesialis untuk mengunjungi Maharashtra dalam penyelidikan terkait penyebab lonjakan dramatis dalam jumlah kasus.

Maharashtra sempat mengumumkan pembatasan yang lebih ketat pekan lalu, setelah India mencatat infeksi harian tertinggi sejak pertengahan September 2021 dengan 93.249 kasus baru.

Lebih dari separuh kasus tersebut berada di Maharashtra.

Tindakan pencegahan baru pekan lalu - termasuk jam malam malam dan larangan pertemuan publik - akan tetap berlaku selama 15 hari.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Saksikan Video Berikut Ini:


India Sahkan Penggunaan Darurat Vaksin COVID-19 Sputnik V

FOTO: Infeksi COVID-19 di India Tembus 1 Juta Kasus
Perbesar
Seorang pria dengan gejala COVID-19 melakukan perjalanan dengan ambulans menuju Rumah Sakit Pemerintah Gandhi di Hyderabad, India, Jumat (17/7/2020). India melewati 1 juta kasus virus corona COVID-19 atau tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Brasil. (AP Photo/Mahesh Kumar A.)

 

Sekitar 165.000 orang dilaporkan meninggal karena COVID-19 di India dan ada 12,5 juta infeksi yang dikonfirmasi.

Upaya vaksinasi massal di negara itu, yang terbesar di dunia, telah berjalan lebih lambat dari perkiraan - sekitar 100 juta dosis vaksin Covishield dan Covaxin telah diberikan sejauh ini, tetapi pemerintah mengatakan ingin memvaksinasi 250 juta orang lagi pada Juli 2021.

Sementara pada Selasa (13/4), India mengesahkan penggunaan darurat vaksin COVID-19 Sputnik V buatan Rusia dan menyetujui persetujuan jalur cepat untuk suntikan vaksin Pfizer, Moderna, serta Johnson & Johnson.

Sputnik V adalah vaksin COVID-19 ketiga yang disetujui oleh India setelah Covishield dan Covaxin dari Oxford-AstraZeneca, yang dikembangkan oleh perusahaan India, Bharat Biotech.

Persetujuan Sputnik V datang ketika India melampaui Brasil menjadi negara dengan jumlah kasus Virus Corona tertinggi kedua di dunia.

India memiliki kapasitas produksi vaksin terbesar di dunia, dan mengekspor puluhan juta dosis ke negara-negara kecil sebelum lonjakan kasus yang meningkatkan permintaan domestik.


Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah COVID-19

Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah Covid-19
Perbesar
Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya