Pemerintahan Joe Biden Bantu Palestina, Sumbangkan Dana Rp 3,4 Triliun

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 08 Apr 2021, 08:30 WIB
Diperbarui 08 Apr 2021, 08:30 WIB
Begini Penampakan Gedung Putih Setelah Direnovasi
Perbesar
Renovasi tangga di teras Portico Selatan Gedung Putih, Washington yang baru saja rampung, Selasa (22/8). Renovasi interior dan eksterior rumah dinas Presiden AS Donald Trump itu memakan biaya hingga Rp 45 miliar. (AP Photo/Carolyn Kaster)

Liputan6.com, Washington D.C- Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Rabu (7/4) memulihkan bantuan kepada Palestina yang sempat terputus di masa pemerintahan Donald Trump.

Dana bantuan yang akan disumbangkan, sebesar 235 juta dolar AS atau setara Rp 3,4 triliun.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan akan menyumbang US$ 150 juta kepada badan PBB dalam dukungan merawat pengungsi Palestina.

Selain itu, AS juga menawarkan dana sebesar US$75 juta untuk bantuan ekonomi dan pembangunan di Tepi Barat dan Gaza - dalam upaya pembangunan perdamaian.

Dalam panggilan telepon Biden bersama Raja Yordania Abdullah II, sekutu lama AS, "ditegaskan bahwa Amerika Serikat mendukung solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina," demikian keterangan dari Gedung Putih.

"Bantuan untuk Palestina melayani kepentingan dan nilai penting AS sebagai cara untuk maju menuju solusi dua negara yang dinegosiasikan," kata Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken.

"Ini memberikan bantuan kritis kepada mereka yang sangat membutuhkan, mendorong pembangunan ekonomi dan mendukung pemahaman Israel-Palestina, koordinasi keamanan dan stabilitas," jelas Blinken, seperti dikutip dari AFP, Kamis (8/4/2021).

2 dari 4 halaman

Kritik dari Israel

Otoritas Gaza Umumkan Lockdown
Perbesar
Warga Palestina berjalan di jalan sepi di tepi pantai pada awal pemberlakukan lockdown total selama 48 jam di Kota Gaza, Selasa (25/8/2020). Lockdown dan jam malam diberlakukan di wilayah jalur Gaza menyusul terkonfirmasinya kasus Covid-19 pertamanya di sebuah kamp pengungsian. (MOHAMMED ABED/AFP)

Israel, yang telah menahan kritik terhadap Biden di bulan-bulan pertamanya, mengecam bantuan kepada Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat, atau UNRWA.

Badan tersebut, menyediakan perumahan, sekolah, dan perawatan lain untuk lebih dari enam juta pengungsi Palestina. 

"Kami percaya bahwa badan PBB untuk apa yang disebut 'pengungsi' seharusnya tidak ada dalam formatnya saat ini," kata Gilad Erdan, Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat.

Israel menyebut pendidikan yang diberikan oleh sekolah-sekolah yang didukung PBB termasuk penghasutan terhadap negara mereka.

Saat ditanya tentang kritik Israel, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan bahwa negaranya melakukan pengawasan terhadap UNRWA dengan sangat serius dan sekarang akan memiliki tempat untuk mengurusnya.

Kemarahan Israel muncul ketika AS mengambil bagian dalam pembicaraan tidak langsung yang dipimpin Eropa di Wina dengan Iran, tentang kembali ke kesepakatan denuklirisasi yang ditentang keras oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

3 dari 4 halaman

Infografis Jangan Anggap Remeh Cara Pakai Masker

Infografis Jangan Anggap Remeh Cara Pakai Masker
Perbesar
Infografis Jangan Anggap Remeh Cara Pakai Masker (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓