83 Persen Warga Korea Selatan Anggap China Sebagai Ancaman

Oleh Tommy Kurnia pada 08 Apr 2021, 09:09 WIB
Diperbarui 08 Apr 2021, 09:09 WIB
FOTO: Instalasi Bulan Purnama Penyemangat di Tengah Wabah COVID-19
Perbesar
Warga berswafoto dekat instalasi bulan purnama yang bersinar di sebuah taman di Seoul, Korea Selatan, Jumat (18/9/2020). Pejabat setempat memasang bulan purnama buatan untuk meningkatkan semangat saat wabah COVID-19 sekaligus menyambut Chuseok, Thanksgiving versi Korea. (AP Photo/Ahn Young-joon)

Liputan6.com, Seoul - Survei terbaru menunjukan satu dari empat warga Korea Selatan menganggap China sebagai ancaman keamanan. Jumlah yang menilai China sebagai ancaman ekonomi juga tinggi.

Dikutip dariiĀ Yonhap, Kamis (8/4/2021), survei itu mengajak 1.000 warga Korsel untuk memberikan pendapat mereka tentang China dan negara-negara lain. Totalnya, 83 persen menyebut China adalah ancaman keamanan.

Sementara, 60 persen menganggap China sebagai ancaman ekonomi.

Survei dilakukan oleh Hankook Research di Seoul untuk Chicago Council of Global Affairs (CCGA), sebuah think thank asal Amerika Serikat.

Jumlah warga Korsel yang menganggap China sebagai mitra keamanan sangatlah rendah, yakni 12 persen. Warga yang melihat China sebagai partner ekonomi juga hanya 37 persen saja.

2 dari 4 halaman

AS dan Korea Utara

Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di sisi utara garis demarkasi militer, zona demiliterisasi Korea (DMZ), Panmunjom pada Minggu 30 Juni 2019 (Brendan Smialowski / AFP PHOTO)
Perbesar
Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di sisi utara garis demarkasi militer, zona demiliterisasi Korea (DMZ), Panmunjom pada Minggu 30 Juni 2019 (Brendan Smialowski / AFP PHOTO)

Bagi orang Korsel, popularitas Amerika Serikat masih jauh lebih tinggi ketimbang China.

Pada skala nol sampai 10, responden memberikan skor 6.4 bagi Amerika Serikat. China hanya mendapatkan 3.6.

Skor China merosot ketimbang dua tahun lalu, yakni 4.8.

Selain itu, skor Jepang juga rendah, yakni 3.7. Skor Korea Utara bahkan lebih rendah hingga 3.6.

3 dari 4 halaman

Angka Kelahiran

Negara-Negara dengan Kasus Corona Terbesar di Dunia
Perbesar
Sepasang kekasih mengenakan masker saat bersepeda di sebuah taman di Seoul, Korea Selatan, 7 Maret 2020. Hingga Kamis (12/3/2020) pagi, jumlah kasus virus corona COVID-19 di Korea Selatan sebanyak 7.755 orang terinfeksi, 60 meninggal, dan 288 sembuh. (AP Photo/Ahn Young-joon)

Meski demikian, warga Korsel menganggap masalah rendahnya angka kelahiran sebagai masalah yang lebih tinggi (81 persen), kemudian diikuti program nuklir Korea Utara (62 persen).

Dua isuĀ internal Semenanjung Korea tersebut lebih tinggi ketimbang masalah kekuatan militer China (53 persen.)

Survei itu memiliki level kepercayaan 95 persen, dengan margin of error plus dan minus 0,1 persen.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓