Kasus COVID-19 Melonjak, Osaka Jepang Batalkan Prosesi Obor Olimpiade Tokyo

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 07 Apr 2021, 15:57 WIB
Diperbarui 07 Apr 2021, 15:57 WIB
Tokyo Konfirmasi Lebih dari 400 Kasus Baru COVID-19
Perbesar
Seorang pria yang mengenakan masker pelindung untuk mencegah penyebaran virus corona berjalan di depan iklan Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo, Rabu (17/3/2021). Ibukota Jepang mengonfirmasi lebih dari 400 kasus virus korona baru pada hari Rabu. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Liputan6.com, Tokyo - Wilayah barat Jepang, Osaka, membatalkan acara penyalaan obor Olimpiade Tokyo pada Rabu (7/4) yang dijadwalkan di seluruh prefektur.

Pembatalan acara tersebut dilakukan karena kelonjakan infeksi Virus Corona COVID-19 di wilayah itu - mendorong pemerintah mengumumkan status darurat medis.

Otoritas kesehatan Jepang juga khawatir varian baru Virus Corona dapat menyebabkan gelombang keempat infeksi terjadi, dalam waktu 107 hari sebelum Olimpiade Tokyo dimulai. 

Upaya vaksinasi COVID-19 di Jepang juga kini masih dalam tahap awal.

Gubernur Osaka, Hirofumi Yoshimura mengatakan bahwa acara pawai di jalan-jalan akan dibatalkan.

Ditambahkannya, sistem medis telah menghadapi tekanan yang sangat besar karena varian baru virus membuat kasus melonjak di kalangan anak muda.

"Hampir dapat dipastikan bahwa strain mutasi virus ini sangat menular dengan kecepatan transmisi yang tinggi," kata Yoshimura dalam pernyataannya yang disiarkan televisi, seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (7/4/2021).

"Saya ingin meminta semua penduduk prefektur Osaka untuk tidak keluar rumah jika tidak perlu. Sistem medis dalam situasi yang sangat ketat," pungkasnya.

Osaka melaporkan lebih dari 800 infeksi baru COVID-19 pada Rabu (7/4) - rekor kenaikan dalam dua hari berturut-turut.

Kasus COVID-19 yang parah memenuhi sekitar 70 persen tempat tidur rumah sakit di wilayah tersebut.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Kasus COVID-19 di Osaka Lampaui Jumlah Infeksi di Tokyo

Potret Tokyo yang Tetap Gelar Olimpiade 2021
Perbesar
Orang-orang yang mengenakan masker berjalan dekat papan bertema Olimpiade yang disponsori perusahaan sekuritas di Tokyo, Jepang, Jumat (29/1/2021). Olimpiade 2020 Tokyo yang ditunda terkait pandemi virus corona Covid-19 dijadwalkan ulang untuk diadakan pada musim panas ini. (AP Photo/Hiro Komae)

Osaka dan prefektur tetangga, yaitu Hyogo dan Miyagi telah memulai pemberlakuan lockdown pada 6 April, dalam upaya mengendalikan varian virus yang lebih menular.

Dalam beberapa hari terakhir, infeksi di Osaka telah melampaui infeksi di Tokyo, dan kota yang jauh lebih besar.

Infeksi Virus Corona di Tokyo juga dalam tren naik, dengan 555 infeksi baru yang dilaporkan pada Rabu (7/4) - berada di level tertinggi sejak awal Februari.

 Status darurat di daerah Osaka dapat diperluas ke Tokyo dan di wilayah lain jika diperlukan, menurut pernyataan dari Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga.

Upaya vaksinasi COVID-19 di Jepang masih jauh dari proses di sebagian besar negara ekonomi besar, dengan sekitar 1 juta orang yang menerima setidaknya satu dosis vaksin sejak Februari 2021.

Angka itu mewakili kurang dari 1 persen populasi, versus hampir 2 persen di negara tetangga Korea Selatan, yang memulai kampanye vaksinasinya setelah Jepang.

3 dari 4 halaman

Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah COVID-19

Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah Covid-19
Perbesar
Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah COVID-19 (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓