Sentimen Anti-Asia Meningkat, WNI di AS Diminta Tak Pakai Perhiasan Berlebihan

Oleh Tommy Kurnia pada 07 Apr 2021, 09:31 WIB
Diperbarui 07 Apr 2021, 09:31 WIB
FOTO: Sungai Chicago Berubah Hijau Jelang Hari Santo Patrick
Perbesar
Jose Rochelle dan ibunya Theresa berfoto dekat Sungai Chicago yang berwarna hijau jelang Hari Santo Patrick di Chicago, Amerika Serikat, Sabtu (13/3/2021). Kegiatan mewarnai Sungai Chicago dalam memperingati Hari Santo Patrick sudah berlangsung selama 40 tahun. (Pat Nabong/Chicago Sun-Times via AP)

Liputan6.com, Plymouth - Warga Negara Indonesia (WNI) di Amerika Serikat diminta tenang namun waspada terhadap aksi kekerasan yang terjadi kepada warga keturunan Asia. Salah satunya dengan tidak menggunakan perhiasan berlebihan.

Hal itu disampaikan oleh Konjen RI Chicago, Meri Binsar Simorangkir dalam Perayaan Paskah di Indonesian Christian Church (ICC) di Plymouth, Michigan pada 3 April 2021.

Konjen Meri menyampaikan agar masyarakat Indonesia dapat menjaga diri serta tidak memancing tindak kekerasan dengan menggunakan perhiasan yang berlebihan, membawa uang tunai dalam jumlah besar, dan berjalan sendirian di tempat gelap.

“Tidak lupa, selalu laporkan kejadian yang dianggap membahayakan ke pihak berwajib serta KJRI. Sedapat mungkin dokumentasikan, serta ingat dengan baik kronologi dan deskripsi pelaku. Ingat, nomor telepon Hotline KJRI Chicago selalu dapat dihubungi 24/7,” ujar Konjen Meri seperti tertulis rilis resmi KJRI Chicago, Rabu (7/4/2021).

Kasus kekerasan terhadap warga keturunan Asia di AS sedang meningkat. Di New York, beberapa korban merupakan wanita yang dipukul atau ditendang di pinggir jalan.

Jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di wilayah kerja KJRI Chicago adalah sebanyak 11.682 orang. Wilayah KJRI ini meliputi Illinois, Indiana, Iowa, Kansas, Kentucky, Michigan, Minnesota, Missouri, Nebraska, North Dakota, Ohio, South Dakota dan Wisconsin.

2 dari 3 halaman

Belum Ada Laporan Serangan di Midwest

FOTO: Sungai Chicago Berubah Hijau Jelang Hari Santo Patrick
Perbesar
Petugas keamanan berjalan di sepanjang Riverwalk yang ditutup untuk umum setelah Sungai Chicago diwarnai hijau jelang Hari Santo Patrick di Chicago, Amerika Serikat, Sabtu (13/3/2021). Setiap tahunnya, pewarnaan Sungai Chicago selalu menarik wisatawan. (Pat Nabong/Chicago Sun-Times via AP)

Pertemuan di Cleveland dihadiri oleh Imam Masjid Cleveland, perwakilan masyarakat Kristiani, masyarakat Hindu-Bali yang ada di Ohio, serta Persatuan Mahasiswa Indonesia di AS (Permias) dari universitas terkemuka yang ada di Ohio seperti Kent University, Akron University, dan Case Western University.

Masyarakat Indonesia di Midwest menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap upaya KJRI Chicago dalam meningkatkan kewaspadaan bagi masyarakat Indonesia.

Hingga kini, belum ada laporan kekerasan terhadap masyarakat Indonesia di Midwest. Imbauan KJRI ini bersifat sebagai cara untuk meningkatkan awareness sehingga mereka mengetahui apa yang harus dilakukan dan kepada siapa harus melaporkan sekiranya terjadi tindak kekerasan.

 KJRI Chicago terus menyampaikan himbauan untuk meningkatkan kewaspadaan dilakukan, tidak hanya dengan turun langsung ke kantong-kantong masyarakat yang ada di Midwest, tapi juga melalui media sosial dan website KJRI Chicago.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓