Update 6 April 2021: 131,6 Juta Kasus COVID-19, Israel Mulai Kalahkan Pandemi?

Oleh Tommy Kurnia pada 06 Apr 2021, 11:02 WIB
Diperbarui 06 Apr 2021, 11:02 WIB
100 Ribu Lebih Orang di Israel Terinfeksi Corona
Perbesar
Orang-orang yang mengenakan masker menunggu untuk menyeberangi jalan di Tel Aviv, Israel, pada 21 Agustus 2020. Total kasus COVID-19 di Israel mencapai 100.716, dengan 1.117 kasus baru dilaporkan sejak Kamis (20/8) malam waktu setempat. (Xinhua/JINI/Gideon Markowicz)

Liputan6.com, Tel Aviv - Total kasus COVID-19 di seluruh dunia mencapai 131,6 juta kasus pada Selasa (6/4/2021). Grafik kasus harian di dunia masih fluktuatif bahkan lebih tinggi ketimbang dua bulan lalu, meski negara seperti Israel tampak mulai mengalahkan pandemi.

Kasus harian di Israel menurun telah drastis. Negara itu memiliki laju vaksinasi tertinggi di dunia. Total kasus saat ini 834 ribu kasus.

Pekan lalu, Times of Israel menyebut kasus aktif di Israel turun ke level terendah sejak Juni 2020.

Berdasarkan data Johns Hopkins University, berikut lima negara dengan kasus tertinggi:

1. Amerika Serikat: 30,7 juta kasus

2. Brasil: 13 juta

3. India: 12,5 juta

4. Prancis: 4,8 juta

5. Rusia: 4,5 juta

Polandia mengalami lonjakan kasus COVID-19 menjelang Paskah. Jumlah kasusnya kini mencapai 2,44 juta.

Jerman memiliki 2,9 juta kasus. Kanselir Angela Merkel membatalkan lockdown Paskah, tetapi minta rakyat agar tidak traveling saat liburan.

Sementara, kasus COVID-19 di China masih berada di kisaran 101 ribu kasus. Angka itu sama seperti beberapa pekan terakhir.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Arab Saudi Izinkan Umroh Bagi Jamaah yang Sudah Divaksinasi COVID-19

ibadah haji di tengah pandemi COVID-19
Perbesar
Sejumlah jemaah saling jaga jarak saat melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah di dalam Masjidil Haram saat melakukan rangkaian ibadah haji di Kota Suci Mekkah, Arab Saudi, Rabu (29/7/2020). Karena pandemi virus corona COVID-19, pemerintah Arab Saudi hanya membolehkan sekitar 10.000 orang. (AP Photo)

Arab Saudi akan mengizinkan jamaah yang sudah divaksinasi COVID-19 untuk menjalani ibadah umrah di dua masjid suci.

Hal itu disampaikan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi pada Senin (5/4). 

Izin praktik ibadah umrah dan izin kunjungan ke Masjidil Haram, juga Masjid Nabawi di Madinah akan meningkatkan kapasitas operasional selama bulan Ramadan, yang dimulai pekan depan.

Izin tersebut akan diberikan kepada mereka yang telah menerima dua dosis vaksin COVID-19, mereka yang telah menerima suntikan pertama dalam 14 hari sebelumnya, atau mereka yang sembuh dari infeksi Virus Corona.

Selain itu, status vaksinasi setiap jamaah juga harus terdaftar di aplikasi COVID-19 Arab Saudi, Tawakkalna.

Aplikasi itu diluncurkan pada 2020 lalu, untuk membantu melacak infeksi Virus Corona.

Pernyataan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga mengatakan bahwa mereka yang ingin mengunjungi dua masjid atau melakukan ibadah umrah, harus mendaftar melalui aplikasi Tawakkalna dan aplikasi Umrah, Eatmarna.

Sementara itu, pendaftaran akan difasilitasi sesuai ruang dan ketersediaan kedua masjid, ditambah dengan protokol kesehatan.

 

Infografis COVID-19:

Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah Covid-19
Perbesar
Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓