Update 4 April 2021: 130,6 Juta Kasus COVID-19 di Dunia

Oleh Tommy Kurnia pada 04 Apr 2021, 10:00 WIB
Diperbarui 04 Apr 2021, 10:16 WIB
Pembuatan Masker FFP2 di Jerman
Perbesar
Tumpukan masker FFP2 untuk melawan pandemi COVID-19 saat proses produksi di produsen masker Sentias di Wuppertal, Jerman, Kamis (28/1/2021). Jerman mewajibkan masker medis jenis KN95 atau FFP2 digunakan saat bepergian dengan transportasi umum atau perbelanjaan. (AP Photo/Martin Meissner)

Liputan6.com, Jakarta - Kasus COVID-19 di dunia mencapai 130,6 juta pada Minggu (4/4/2021). Kasus corona di dunia terpantau masih belum konsisten menurun.

Berdasarkan data Johns Hopkins University, berikut 5 negara dengan kasus COVID-19 tertinggi:

1. Amerika Serikat: 30,6 juta kasus

2. Brasil: 12,9 juta

3. India: 12,3 juta

4. Prancis: 4,8 juta

5. Rusia: 4,5 juta

Kasus COVID-19 di Kanada telah tembus 1 juta kasus meski vaksinasi di negara tersebut sedang berjalan.

Kasus di China masih berada di angka 101 ribu kasus, tak jauh berbeda dari pekan-pekan sebelumnya. Sementara, Korea Selatan sudah mencapai 104 ribu kasus.

Jumlah meninggal terkait COVID-19 di dunia mencapai 2,84 juta orang. 74 juta pasien dinyatakan sembuh.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 4 halaman

Warga Malaysia yang Telah Divaksin COVID-19 Akan Bisa ke Luar Negeri

Muhyiddin Yassin (John Shen Lee / AP PHOTO)
Perbesar
Muhyiddin Yassin (John Shen Lee / AP PHOTO)

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin telah mengumumkan bahwa individu yang telah berhasil menyelesaikan kedua dosis vaksinasi COVID-19 mereka mungkin segera diizinkan untuk bepergian ke luar negeri.

Kebijakan yang masih dalam tahap rencana itu tergantung pada keputusan akhir yang akan dibuat pada pertemuan Dewan Keamanan Nasional (MKN) dalam waktu dekat. 

Pada pertemuan balai kota Shared Prosperity Vision 2030 di Sarawak pada 1 April 2021, PM Muhyiddin mengatakan bahwa keputusan itu akan dibuat berdasarkan temuan ilmiah terbaru yang menyatakan bahwa mereka yang divaksinasi terhadap virus tidak akan lagi menimbulkan ancaman sebagai pembawa (carrier).

"Ada pandangan sebelumnya bahwa mereka yang telah divaksinasi mungkin dilindungi dari infeksi, tetapi bisa menjadi pembawa potensial virus," kata kepala pemerintahan Malaysia itu.

"Tapi sekarang, telah ditemukan bahwa ini tidak benar," lanjut Muhyiddin Yassin sebagaimana diwartakan the Straits Times, dikutip dari Mashable, Sabtu (3/4).

"Ini sudah saya bahas dengan MKN," imbuhnya. "Kami ingin memutuskan apakah ini masalahnya, mereka yang telah menerima dua dosis dapat melakukan perjalanan melintasi negara bagian, distrik, di sana-sini, tanpa dihentikan oleh pihak berwenang."

3 dari 4 halaman

Infografis COVID-19:

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓