Warga Malaysia yang Telah Divaksin COVID-19 Akan Bisa ke Luar Negeri

Oleh Hariz Barak pada 03 Apr 2021, 19:35 WIB
Diperbarui 03 Apr 2021, 20:05 WIB
PM Malaysia Muhyiddin Yassin disuntik vaksin COVID-19 buatan Pfizer.
Perbesar
PM Malaysia Muhyiddin Yassin disuntik vaksin COVID-19 buatan Pfizer. Dok: Twitter @MuhyiddinYassin

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin telah mengumumkan bahwa individu yang telah berhasil menyelesaikan kedua dosis vaksinasi COVID-19 mereka mungkin segera diizinkan untuk bepergian ke luar negeri.

Kebijakan yang masih dalam tahap rencana itu tergantung pada keputusan akhir yang akan dibuat pada pertemuan Dewan Keamanan Nasional (MKN) dalam waktu dekat.

Pada pertemuan balai kota Shared Prosperity Vision 2030 di Sarawak pada 1 April 2021, PM Muhyiddin mengatakan bahwa keputusan itu akan dibuat berdasarkan temuan ilmiah terbaru yang menyatakan bahwa mereka yang divaksinasi terhadap virus tidak akan lagi menimbulkan ancaman sebagai pembawa (carrier).

"Ada pandangan sebelumnya bahwa mereka yang telah divaksinasi mungkin dilindungi dari infeksi, tetapi bisa menjadi pembawa potensial virus," kata kepala pemerintahan Malaysia itu.

"Tapi sekarang, telah ditemukan bahwa ini tidak benar," lanjut Muhyiddin Yassin sebagaimana diwartakan the Straits Times, dikutip dari Mashable, Sabtu (3/4/2021).

"Ini sudah saya bahas dengan MKN," imbuhnya. "Kami ingin memutuskan apakah ini masalahnya, mereka yang telah menerima dua dosis dapat melakukan perjalanan melintasi negara bagian, distrik, di sana-sini, tanpa dihentikan oleh pihak berwenang."

2 dari 3 halaman

WN Asing yang Telah Divaksin Juga Akan Bisa Masuk Malaysia

Khawatir Virus Corona COVID-19, Warga Malaysia Beraktivitas Pakai Masker
Perbesar
Seorang wanita mengenakan masker di tengah kekhawatiran akan penyebaran virus corona COVID-19, di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis, (13/2/2020). Total kematian akibat virus tersebut di Provinsi Hubei hingga Rabu (12/2) mencapai 1.310 orang. (AFP/Mohd Rasfan)

Mengenai perjalanan internasional, PM Muhyiddin menyebutkan bahwa pemerintah Malaysia juga sekarang sedang dalam diskusi dengan beberapa negara lain mengenai mengizinkan masuk bagi individu yang divaksinasi dengan bukti yang didokumentasikan.

"Ini adalah sesuatu untuk mendorong orang untuk mendapatkan vaksinasi," katanya, mengenai kemungkinan langkah ini.

"Tidak hanya untuk perjalanan domestik, tetapi kami telah memulai diskusi dengan beberapa negara untuk memungkinkan warga negara kami yang telah menyelesaikan dua dosis untuk bepergian ke sana dengan sertifikat yang dikeluarkan."

"Selain itu, dengan sertifikat tersebut, mereka dapat melakukan perjalanan ke Jepang, Shanghai, Hong Kong, atau Jakarta," tambahnya.

Kampanye vaksinasi Malaysia sejauh ini telah melihat lebih dari 215.000 individu menerima kedua dosis vaksin sebagai bagian dari fase pertama. Tahap kedua akan dimulai pada 19 April 2021, dan akan melihat lansia, cacat, dan mereka yang memiliki masalah morbiditas diberikan prioritas.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓