Gedung Putih Umumkan Aturan Baru untuk Tangani Kekerasan Rasial Anti-Asia

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 31 Mar 2021, 13:58 WIB
Diperbarui 31 Mar 2021, 13:58 WIB
AS Setop Perjalanan dari Eropa
Perbesar
Foto 11 Maret 2020, Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump pada Rabu (11/3) mengatakan negaranya akan menangguhkan semua perjalanan dari negara-negara Eropa, kecuali Inggris, selama 30 hari dalam upaya memerangi virus corona Covid-19. (Xinhua/Liu Jie)

Liputan6.com, Washington D.C - Pemerintahan Joe Biden pada Selasa (30/3) mengumumkan serangkaian tindakan menanggapi meningkatnya kekerasan anti-Asia, termasuk mengerahkan dana senilai US $ 49,5 juta (Rp 720 miliar) dari dana bantuan COVID-19 untuk program komunitas AS yang membantu para korban.

Pejabat Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Departemen Kehakiman juga fokus pada meningkatnya jumlah kejahatan rasial yang menargetkan orang Asia-Amerika.

Mengutip Channel News Asia Rabu (31/3), tindakan itu diambil setelah penembakan di Atlanta awal bulan ini menewaskan delapan orang, enam di antaranya wanita Asia-Amerika.

"Kami tidak bisa diam menghadapi meningkatnya kekerasan terhadap orang Asia-Amerika," tulis Biden di Twitter.

"Serangan-serangan ini salah, bukan seperti Amerika, dan harus dihentikan."

Penembakan itu memicu ketakutan di antara mereka yang berada di komunitas Asia-Amerika Kepulauan Pasifik, yang telah melaporkan lonjakan kejahatan rasial sejak Maret 2020 ketika Presiden Donald Trump mulai menyebut virus corona baru sebagai "virus China".

2 dari 3 halaman

Bantuan bagi Penyintas Kekerasan

Hari Pertama Joe Biden Jadi Presiden AS
Perbesar
Presiden Joe Biden menandatangani perintah eksekutif pertamanya di Ruang Oval, Gedung Putih di Washington, Rabu (20/1/2021). Pada hari pertamanya menjabat, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menandatangani sejumlah tindakan eksekutif di Gedung Putih. (AP Photo/Evan Vucci)

Langkah-langkah baru Biden termasuk dana bantuan pandemi sebesar US$ 49,5 juta untuk "layanan dan program berbasis komunitas dan budaya khusus bagi para penyintas kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual" serta satuan tugas baru yang didedikasikan untuk melawan xenofobia terhadap orang Asia dalam perawatan kesehatan.

Departemen Kehakiman juga merencanakan upaya baru untuk menegakkan undang-undang kejahatan rasial dan melaporkan data tentang kejahatan rasial, kata pernyataan itu.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓