Seorang Ibu Keturunan Asia Ditinju di New York, Motifnya Diduga Rasisme

Oleh Tommy Kurnia pada 23 Mar 2021, 09:30 WIB
Diperbarui 30 Mar 2021, 12:07 WIB
FOTO: Ratusan orang di Atlanta demo pascapenembakan fatal di spa
Perbesar
Mai Wright memegang poster saat unjuk rasa "Stop Asian Hate" di luar Gedung Kongres Georgia di Atlanta, Sabtu (20/3/2021). Ratusan demonstran berkumpul mendukung komunitas Asia-Amerika setelah penembakan tempat spa yang menewaskan 8 orang, termasuk di antaranya 6 wanita Asia. (AP Photo/Ben Gray)

Liputan6.com, New York City -  Seorang ibu keturunan Asia ditinju di New York usai menghadiri unjuk rasa anti-kebencian dan rasisme. Ia ditinju di depan anak perempuannya yang masih kecil.

Korban yang bernama Katie Hou sedang berjalan di Astor Place pada Minggu siang (22/3) ketika seorang laki-laki mendatanginya. Laki-laki itu meminta tanda yang Katie bawa untuk unjuk rasa.

Katie berkata pelaku mencoba membuang tanda yang ia bawa.

"Saya bertanya 'kamu sedang apa?' Dan ia berjalan ke arah saya dan memukul saya dua kali," ujarnya seperti dilaporkan NBC, Selasa (23/3/2021).

Katie Hou sempat mengejar dan berhasil merekam pelaku. Videonya disebar oleh kepolisian New York agar publik ikut membantu mencarikan informasi.

Serangan terhadap Katie terjadi di tengah meningkatnya kekerasan terhadap warga keturunan Asia di New York. Unit kejahatan kebencian kepolisian New York menangani kasus ini.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Sukarelawan Bermunculan

FOTO: Ratusan orang di Atlanta demo pascapenembakan fatal di spa
Perbesar
Orang-orang memegang poster saat unjuk rasa "Stop Asian Hate" di luar Gedung Kongres Georgia di Atlanta, Sabtu (20/3/2021). Ratusan demonstran berkumpul mendukung komunitas Asia-Amerika setelah penembakan tempat spa yang menewaskan 8 orang, termasuk di antaranya 6 wanita Asia. (AP Photo/Ben Gray)

Meningkatnya kejahatan terhadap keturunan Asia menginspirasi beberapa orang untuk menjadi sukarelawan keamanan.

Grup itu disebut Public Safety Patrol (Patroli Keamanan Publik). Inisiatornya adalah pria bernama Wan Chen beserta dua rekannya.

"Ini sungguh menyakitkan, tidak ada orang yang seharusnya melalui apa yang kami alami saat ini," ujar Chen. "Kami mendirikan Public Safety Patrol karena kita ingin komunitas kita lebih aman."

Sejumlah serangan kepada komunitas Asia di AS pada beberapa bulan terakhir cenderung menarget lansia atau wanita.

Salah satu korbannya adalah Nancy Toh, wanita 83 tahun keturunan Korea yang diserang pada 9 Maret lalu. Ada juga Vicha Ratanapakdee, pria keturunan Thailand berusia 84 tahun. Ia tewas setelah didorong dengan keras oleh seorang remaja.

Kasus penembakan spa di Atlanta yang menewaskan enam orang keturunan Asia serta dua warga kulit putih juga menjadi sorotan, meski FBI berkata serangannya tak terkait rasisme.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Imbauan KJRI New York

New York City
Perbesar
Ilustrasi New York City (Photo by Anubhav Saxena on Unsplash)

 

Konsulat Jenderal RI di New York, Amerika Serikat, pada 6 Maret 2021, mengeluarkan imbauan agar masyarakat Indonesia waspada serta "memperhatikan situasi keamanan setempat" menyusul insiden diskriminasi dan kekerasan bermotif rasial terhadap orang Asia di Kota New York.

"Perhatikan situasi keamanan setempat melalui pemberitaan di media massa ataupun sumber-sumber resmi dari pemerintah setempat," bunyi imbauan itu dikutip dari laman Twitter resmi KJRI New York.

KJRI juga menjelaskan bahwa pemerintah Kota New York juga telah meluncurkan website untuk melaporkan tindak diskriminasi atau kejahatan bermotif rasial di laman https://www1.nyc.gov/site/cchr/media/covid19.page

Dalam keadaan darurat, hubungan 911. Sekiranya memerlukan bantuan KJRI New York, dapat menghubungi hotline KJRI New York pada nomor: 347 806 9279 ; 646 491 3809 ; 646 238 8721 ; 929 366 9842 ; 929 329 4872.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓