Bahas Kuota Haji, PM Malaysia Muhyiddin Yassin Temui Raja Salman

Oleh Tommy Kurnia pada 06 Mar 2021, 14:30 WIB
Diperbarui 06 Mar 2021, 14:30 WIB
Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud
Perbesar
Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud. (Saudi Press Agency, via AP)

Liputan6.com, Riyadh - Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin berangkat menuju Kerajaan Arab Saudi untuk bertemu Raja Salman. PM Yassin juga berencana untuk melaksanakan umrah, serta membahas kuota haji.

"Hari ini saya berangkat ke Mekah untuk lawatan resmi pertama saya ke Asia Barat, guna memenuhi jemputan Yang Teramat Mulia Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud, Raja Arab Saudi yang juga Penjaga dua masjid suci umat Islam," ujar PM Yassin di Facebook resminya, Sabtu (6/3/2021).

"Insya Allah, saya akan menunaikan umrah di tanah suci Mekah dan melakukan ziarah di Madinah terlebih dahulu, sebelum memulai program resmi di Istana Al-Yamanah di Riyadh pada 9 Maret ini," lanjutnya.

PM Yassin rencananya juga akan menemui Pangeran Mohammed bin Salman (MbS) yang baru-baru ini terkuak memberikan restu terhadap pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Selain membahas isu perdagangan, PM Yassin berjanji akan turut membahas kuota haji dan umrah.

"Sudah pasti soal kuota haji dan urusan umrah juga tidak ketinggalan akan dibincangkan dalam pertemuan itu kelak," kata PM Yassin.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 4 halaman

Lanjut ke Dubai

FOTO: Suasana Sepi Kota Dubai Saat Lockdown
Perbesar
Sebuah taksi melintasi jalan raya yang sepi dekat Burj Khalifa di Dubai, Uni Emirat Arab, Senin (6/4/2020). Pemerintah Dubai memberlakukan lockdown selama dua pekan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona COVID-19. (AP Photo/Jon Gambrell)

Setelah berkunjung ke Kerajaan Arab Saudi, PM Yassin akan bertolak menuju Uni Emirat Arab (UEA).

PM Yassin akan bertemu Putra Mahkota Abu Dhabi, Pangeran Mohammed bin Zayed (MbZ) dan Perdana Menteri UEA Sheikh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum.

Sebelumnya dilaporkan bahwa PM Yassin sudah mendapat suntikan vaksin COVID-19 buatan Pfizer. Raja Salman dan Pangeran MbS juga mendapat vaksin yang sama.

PM UEA disuntik dengan Sinopharm. UEA menawarkan berbagai vaksin secara gratis, termasuk Pfizer dan Sputnik V.

3 dari 4 halaman

Arab Saudi Tetapkan Sertifikat Vaksin COVID-19 Jadi Syarat Utama Ibadah Haji

ibadah haji di tengah pandemi COVID-19
Perbesar
Sejumlah jemaah saling jaga jarak saat melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah di dalam Masjidil Haram saat melakukan rangkaian ibadah haji di Kota Suci Mekkah, Arab Saudi, Rabu (29/7/2020). Karena pandemi virus corona COVID-19, pemerintah Arab Saudi hanya membolehkan sekitar 10.000 orang. (AP Photo)

Sertifikat vaksin COVID-19 kini jadi suatu keharusan bagi para peziarah yang hendak menunaikan ibadah haji. Menteri Kesehatan Arab Saudi Tawfiq al-Rabiah mengatakan, "vaksinasi wajib" dan diperlukan untuk semua jemaah yang berencana menunaikan ibadah haji.

Rabiah tidak mengkonfirmasi apakah jemaah dari luar kerajaan akan diizinkan untuk melakukan haji, tetapi mengatakan vaksin akan menjadi "syarat utama" untuk berpartisipasi, demikian dikutip dari laman Middle East Eye, Rabu (3/3).

Haji adalah salah satu dari lima rukun Islam. Muslim yang mampu secara fisik dan finansial diwajibkan melakukannya setidaknya sekali seumur hidup mereka.

Ibadah haji tiap tahun biasanya akan menarik setidaknya 2,5 juta orang dari seluruh dunia. Namun pada 2020, Riyadh membuat keputusan bersejarah untuk membatasi jumlah jemaah haji karena pandemi virus Corona COVID-19.

Dua pertiga jemaah adalah warga asing dan sepertiga dari mereka yang dipilih adalah petugas keamanan dan medis dari Arab Saudi. Peziarah yang dipilih untuk menghadiri ibadah haji dijelaskan melalui portal online harus berusia antara 20 dan 50 tahun.

Mereka yang hadir diberikan sajadah dan pakaian khusus untuk dikenakan.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓