Jerman Siapkan Utang Rp 42,9 Triliun untuk Indonesia Demi Infrastuktur Hijau

Oleh Tommy Kurnia pada 04 Mar 2021, 19:50 WIB
Diperbarui 04 Mar 2021, 20:01 WIB
Gunung Gede Pangrango Terlihat dari Kawasan Kemayoran
Perbesar
Langit biru menghiasi kawasan Monumen Pembebasan Irian Barat di kawasan Taman Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (18/2/2021). Jika cuaca cerah, kawasan ini seringkali dihiasi langit yang membiru. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Republik Federasi Jerman menyiapkan utang bersubsidi sebesar 2,5 miliar euro (Rp 42,9 triliun) bagi Indonesia demi pembangunan infrastruktur hijau. Proyek strategis ini akan melibatkan berbagai kementerian.

Kedua negara sepakat untuk bekerja sama di sektor pengelolaan air perkotaan (urban water management), pengelolaan sampah padat (solid waste management), dan transportasi publik perkotaan (urban public transport).

Pembahasan tentang proyek hijau ini sudah dimulai sejak 2019 di Berlin.

Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Peter Schoof, berkata bahwa 2021 adalah waktu yang tepat untuk melakukan transformasi iklim. Ia berharap kebangkitan dari pandemi COVID-19 bisa dilakukan dengan cara yang hijau.

"Green Infrastructure Initiative sangat sesuai dengan tujuan bersama kita untuk'membangun kembali dengan lebih baik' pasca pandemi sambil berfokus pada 'green recovery' atau pemulihan ramah lingkungan," ujar Dubes Schoof dalam rilis resmi Kedutaan Besar Jerman, Kamis (4/3/2021).

Inisiatif hijau ini akan dipimpin oleh Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) yang dipimpin Luhut Binsar Pandjaitan. Kementerian Keuangan, Kementerian PUPR, Kementerian LHK, Kementerian Perhubungan, serta Bappenas juga dilibatkan.

 

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 3 halaman

Fokus Awal di Jawa-Bali

Pelarangan Mobil Berusia 10 Tahun
Perbesar
Kendaraan bermotor terjebak kemacetan di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (1/3/2021). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bakal melarang mobil pribadi berusia lebih dari 10 tahun untuk melintas di ibu kota. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Utang 2,5 miliar euro itu akan disalurkan melalui Bank Pembangunan Jerman (KfW). Jerman juga akan memberi hibah bantuan teknis sebesar 4,4 juta euro (Rp 75,5 miliar) untuk studi proyek melalui The Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ).

Jubir Kedubes Jerman menjelaskan bahwa proyek ini ditargetkan selesai pada 2025, namun masih tentatif. Utang ini memiliki subsidi dalam artian suku bunga rendah dan pembayarannya tidak akan memberatkan Indonesia, meski begitu belum ada penjelasan detail mengenai kapan waktu pembayaran.

Pada sesi pertama rapat Komite Pengarah, hari ini kedua belah pihak sepakat bahwa GIZ, pada tahap pertama inisiatif, akan bekerja sama dengan pemerintah Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali dalam identifikasi potensi proyek investasi dan pengembangan studi persiapannya. 

Kedubes Jerman menyebut gubernur di keempat provinsi telah mengkonfirmasi kesiapan kerja sama dan akan menjamin koordinasi semua kegiatan terkait di wilayah masing-masing di bawah tanggung jawab mereka.

Ke depannya, pihak Jerman membuka kemungkinan untuk melakukan proyek serupa di wilayah-wilayah lain di Indonesia.

(1 euro: Rp 17.176)

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓