Paus Fransiskus Minta Myanmar Bebaskan Tahanan Politik dan Stop Kekerasan

Oleh Tommy Kurnia pada 04 Mar 2021, 18:11 WIB
Diperbarui 04 Mar 2021, 18:12 WIB
Suster Myanmar, Ann Nu Thawng, menangis dan bersujud demi lindungi pendemo dari polisi.
Perbesar
Suster Myanmar, Ann Nu Thawng, menangis dan bersujud demi lindungi pendemo dari polisi. Dok: Twitter @CardinalMaungBo

Liputan6.com, Vatikan - Paus Fransiskus mengirimkan pesan kepada otoritas di Myanmar agar segera menghentikan kekerasan, serta membebaskan para tahanan politik (tapol). Pesan ini disampaikan Vatikan setelah peristiwa Rabu berdarah di Yangon pada 3 Maret 2021. 

Lebih dari 30 orang tewas pada aksi pro-demokrasi pada Rabu kemarin. Salah satu yang tewas adalah mahasiswi berusia 19 tahun.

Vatikan meminta agar junta militer menyetop kekerasan dan mengambil jalan dialog tetap dibuka.

"Saya ingin menarik perhatian kepada otoritas-otoritas yang terlibat pada fakta bahwa dialog berada di atas represidan harmoni di atas perpecahan," ujar Paus Fransiskus seperti dilaporkan Vatican News, Kamis (4/3/2021).

Permintaan membebaskan tahanan politik juga disampaikan Vatikan. Pada Febrari lalu, Paus Fransiskus juga memberikan permintaan serupa.

"Jalan demokrasi yang diambil Myanmar selama beberapa tahun terakhir dapat dilanjutkan melalui tindakan konkrit dengan melepaskan berbagai tahanan politik yang dipenjara," ujar Paus Fransiskus.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 4 halaman

Dukungan ke Generasi Muda Myanmar

Lautan Manusia di Yangon Protes Kudeta Myanmar
Perbesar
Seorang pengunjuk rasa memegang poster dengan gambar pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi (kanan) yang ditahan dan presiden Win Myint saat demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar pada Sabtu (6/2/2021). Ribuan orang turun ke jalan-jalan untuk melawan kudeta. (YE AUNG THU / AFP)

Protes anti-kudeta militer di Myanmar diikuti berbagai generasi, termasuk generasi Z yang saat ini sudah ada yang masuk kuliah. Mereka menuntut demokrasi, bukan rezim militer.

Paus Frasiskus berharap para pemuda Myanmar mendapatkan rekonsiliasi di negeri mereka. Selain itu, Paus juga berharap supaya komunitas internasional ikut memastikan agar aspirasi rakyat Myanmar terpenuhi.

Perwakilan PBB juga sudah sempat berbicara dengan militer Myanmar tentang sanksi, namun militer Myanmar mengaku sudah biasa mendapat sanksi.

Militer Myanmar juga tidak takut jika posisi mereka terisolasi. Mereka berkata siap belajar memiliki sedikit teman.

3 dari 4 halaman

Infografis Kudeta Myanmar:

Infografis Penangkapan Aung San Suu Kyi dan Kudeta Militer Myanmar. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Penangkapan Aung San Suu Kyi dan Kudeta Militer Myanmar. (Liputan6.com/Trieyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓