Taj Mahal Dapat Ancaman Bom, Pengunjung Panik

Oleh Liputan6.com pada 04 Mar 2021, 15:39 WIB
Diperbarui 04 Mar 2021, 15:44 WIB
Taj Mahal
Perbesar
Tentara paramiliter berjaga saat Taj Mahal dibuka kembali di Agra, India pada Senin (21/9/2020). Taj Mahal kembali dibuka untuk umum dalam gerakan simbolis seperti biasa, bahkan ketika India tampaknya akan mengambil alih AS sebagai pemimpin global dalam infeksi virus Corona. (AP Photo/Pawan Sharma)

Liputan6.com, Jakarta Tempat wisata ikonik di India, Taj Mahal ditutup sementara. Penutupan dilakukan setelah Otoritas Negara Bagian utara Uttar Pradesh menerima ancaman bom yang akan meledak di Taj Mahal pada Kamis (4/3/2021).

Para wisatawan yang sudah berada di lokasi langsung diminta meninggalkan Taj Mahal.

"Pada Kamis lebih dari 1.000 wisatawan di Taj Mahal diminta untuk mengosongkan tempat tersebut setelah otoritas menerima ancaman bom dari penelpon gelap," bunyi laporan media setempat, seperti dilansir Antara.

Ancaman bom itu memicu kepanikan di kalangan pengunjung di Agra.

 

2 dari 3 halaman

Polisi DiSaks

Pembatasan Kunjungan Dicabut, Taj Mahal Kembali Dipadati Ribuan Turis di Tengah Pandemi
Perbesar
Taj Mahal padat calon wisatawan pada 19 Desember 2020. (dok. Pawan SHARMA / AFP)

Sementara itu, otoritas langsung mengerahkan tim kepolisian ke lokasi wisata tersebut.

Makam marmer besar berwarna putih yang dibangun pada 1653 oleh Kaisar Mughal Shah Jahan itu untuk mengenang sang istri Mumtaz Mahal, menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan di India.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓