Redam COVID-19, Australia Tutup Perbatasan Internasional Hingga Pertengahan Juni 2021

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 03 Mar 2021, 17:00 WIB
Diperbarui 03 Mar 2021, 17:05 WIB
Kehidupan pantai di Melbourne
Perbesar
Warga mengunjungi Pantai St Kilda di Melbourne, Australia, pada 9 Desember 2020. Kehidupan pantai kembali terlihat setelah Melbourne mengakhiri masa pemberlakuan lockdown COVID-19 pada November lalu, yang berlangsung selama hampir empat bulan. (Xinhua/Hu Jingchen)

Liputan6.com, Jakarta - Australia akan memperpanjang penutupan perbatasan internasional selama setahun setidaknya tiga bulan hingga pertengahan Juni 2021. Langkah ini melanjutkan isolasi yang diberlakukan sendiri di negara itu untuk mencegah virus corona COVID-19.

Menteri Kesehatan Greg Hunt mengatakan pejabat kesehatan telah menasihati pemerintah terkait "situasi COVID-19 di luar negeri terus menimbulkan risiko kesehatan masyarakat yang tidak dapat diterima ke Australia, termasuk munculnya varian yang lebih mudah menular".

Akibatnya, kontrol perbatasan yang ketat akan berlanjut hingga 17 Juni, katanya pada Selasa (2/3).

Australia menutup perbatasan internasionalnya pada awal pandemi, menutup sebagian besar wilayah untuk non-warga negara kecuali dalam keadaan khusus.

Pembatasan juga diberlakukan pada jumlah warga Australia yang diizinkan untuk kembali setiap minggu, menyebabkan puluhan ribu orang terdampar di luar negeri.

 

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 3 halaman

Wajib Karantina

Sydney di Tengah Kemunculan Klaster Baru Kasus Covid-19
Perbesar
Dua pelari beristirahat di Kursi Nyonya Macquarie yang menghadap ke Opera House dan Harbour Bridge di Sydney, Rabu (30/12/2020). Klaster baru virus korona (Covid-19) muncul di kota Sydney, New South Wales, Australia, menjelang pergantian tahun. (Saeed KHAN / AFP)

Wisatawan yang diizinkan masuk ke negara itu harus menghabiskan ribuan dolar untuk menyelesaikan waktu hingga 14 hari selama melakukan karantina di hotel pada saat kedatangan.

Australia relatif berhasil dalam menahan penyebaran COVID-19, dengan hanya di bawah 29.000 kasus tercatat dalam populasi 25 juta dan beberapa pembatasan virus sekarang diterapkan.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓