Wapres Zimbabwe Mundur dari Jabatan Akibat Terjerat Skandal Seks

Oleh Tommy Kurnia pada 02 Mar 2021, 13:57 WIB
Diperbarui 02 Mar 2021, 13:57 WIB
Ilustrasi Bendera Zimbabwe (iStockphoto via Google Images)
Perbesar
Ilustrasi Bendera Zimbabwe (iStockphoto via Google Images)

Liputan6.com, Harare - Wakil Presiden Zimbabwe Kembo Mohadi mundur pada Senin (1/3) akibat kasus skandal seks. Aksi pengunduran diri ini termasuk fenomena langka di negaranya.

Menurut laporan VOA News, Selasa (2/3/2021), Kembo Mohadi ketahuan menggoda istri orang. Peristiwa itu terjadi ke wanita-wanita berbeda.

Salah satu yang digoda adalah anak buahnya di kantor. Mohadi disebut meminta seks kepada mereka.

Rekamaan pembicaraan Mohadi terkuak oleh ZimLive, sebuah media online. Politisi berusia 71 tahun itu terdengar mengajak seorang wanita ke kantornya untuk berhubungan seks.

Meski demikian, ia bersikeras merupakan korban dari disinformasi, serta sabotase politik. Ia pun menuduh musuh-musuhnya melakukan pemerasan dengan memakai tuduhan tersebut.

"Setelah terjadinya disinformasi berulang-ulang dan fitnah tentang dugaan terjadinya hubungan imoral saya ... saya mundur sebagai Wakil Presiden Republik Zimbabwe," ujarnya melalui surat resmi.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 3 halaman

Melindungi Citra Pemerintah

Redam Kasus COVID-19, Zimbabwe Berlakukan Jam Malam
Perbesar
Orang-orang menunggu tumpangan di terminal bus di Harare, Zimbabwe (22/7/2020). Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa mengumumkan sederet kebijakan karantina lockdown, termasuk penerapan jam malam mulai pukul 18.00-06.00 waktu setempat, guna meredam lonjakan kasus COVID-19. (Xinhua/Shaun Jusa)

Keputusan Mohadi untuk mundur disebar melalui Twitter Kementerian Informasi, Penerbitan, dan Penyiaran di Zimbabwe. Ia berkata keputusan ini diambil agar melindungi citra pemerintahannya, serta menghormati rakyat.

"Saya mengambil keputusan untuk mundur sebagai Wakil Presiden Zimbabwe untuk menyelamatkan citra pemerintahan saya," ujarnya.

Ia lantas menyebut keputusan tersebut berat bagi keluarga, sahabat, dan rekan-rekan satu partainya: ZANU PF.

Mohadi menjadi wakil presiden sejak Desember 2017. Ia mendampingi Presiden Emmerson Mnangagawa.

Dalam surat pengunduran dirinya, ia juga berharap supaya pemerintah berhasil mengatasi pandemi COVID-19.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by