Italia Temukan Kereta Era Pompeii dalam Kondisi Hampir Utuh

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 01 Mar 2021, 15:56 WIB
Diperbarui 01 Mar 2021, 15:56 WIB
Sebuah kereta Romawi ditemukan dalam keadaan hampir utuh di dekat kota Pompeii yang terkubur di Italia. (Photo credit: POMPEI ARCHAEOLOGICAL PARK/AFP/File)
Perbesar
Sebuah kereta Romawi ditemukan dalam keadaan hampir utuh di dekat kota Pompeii yang terkubur di Italia. (Photo credit: POMPEI ARCHAEOLOGICAL PARK/AFP/File)

Liputan6.com, Jakarta- Sebuah kereta tua di zaman Romawi telah ditemukan dalam keadaan "hampir utuh" di dekat kota Pompeii yang terkubur di Italia.

Temuan itu diumumkan oleh Arkeolog Pompeii di Italia pada 27 Februari 2021.

Dilansir AFP, Senin (1/3/2021) pihak arkeolog meyebut temuan itu sebagai penemuan yang "tidak ada bandingannya" di negara tersebut.

Kereta tua beroda empat itu ditemukan di dekat tempat sisa-sisa fossil tiga kuda zaman Pompeii yang ditemukan pada tahun 2018, termasuk satu ekor yang masih terikat tali kereta.

Pompeii terkubur dalam lahar api yang mendidih ketika Gunung Vesuvius meletus pada 79 Masehi, menewaskan antara 2.000 dan 15.000 orang.

Pernyataan yang dikeluarkan oleh taman arkeologi menerangkan: "Sebuah kereta seremonial besar dengan empat roda, bersama dengan komponen besinya, dekorasi perunggu dan bahan timah yang indah, juga sisa-sisa kayu mineral dan jejak bahan organik (dari tali hingga sisa-sisa hiasan bunga), telah ditemukan dalam kondisi hampir utuh".

"Ini adalah penemuan luar biasa yang sejauh ini tidak ada bandingannya di Italia - dalam kondisi pelestarian yang sangat baik," tambah pernyataan itu 

Situs penggalian tersebut dikenal sebagai Civita Giuliana, sebuah vila pinggiran kota yang terletak hanya beberapa ratus meter dari kota kuno Pompeii.

Penggalian tersebut merupakan bagian dari program yang bertujuan untuk mencegah aktivitas ilegal di daerah tersebut, termasuk penggalian terowongan untuk artefak yang dapat dijual di pasar gelap.

Menurut taman arkeologi itu, penjarah melewatkan ruangan tempat kereta itu diletakkan selama hampir 2.000 tahun, melewati kedua sisi.

"Para ahli sangat berhati-hati untuk menggali dan mengambil kereta tersebut, seperti dengan menuangkan plester ke dalam lubang untuk melestarikan jejak bahan organik yang telah membusuk," jelas taman arkeologi itu.

Dikatakan juga bahwa temuan kereta ini memungkinkan untuk temuan lainnya sampai ke jejak tali, sehingga mengungkap semua kerumitan dalam kereta.

"Pompei terus membuat takjub dengan semua penemuannya, dan (kami) akan terus berusaha menemukannya selama bertahun-tahun, dengan 20 hektar area yang masih harus digali," tutur Menteri Kebudayaan Italia, Dario Franceschini.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Berikut Ini:


Kemajuan Pengetahuan

Reruntuhan Pompeii Dibuka Kembali Untuk Umum
Perbesar
Seorang perempuan mengunjungi situs arkeologi Pompeii seusai kebijakan lockdown selama dua bulan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 di Italia, Selasa (26/5/2020). Salah satu situs arkeologi paling terkenal di dunia ini dibuka kembali untuk umum pada 26 Mei. (AP Photo/Alessandra Tarantino)

"Ini adalah penemuan yang luar biasa untuk kemajuan pengetahuan kita tentang zaman kuno," kata Direktur Taman Arkeologi Pompeii Italia, Massimo Osanna.

"Apa yang kami miliki adalah kereta seremonial, mungkin Pilentum yang disebutkan oleh beberapa sumber, yang digunakan bukan untuk penggunaan sehari-hari atau untuk transportasi pertanian, tetapi untuk mengiringi pesta, parade, dan prosesi komunitas," beber Osanna.

Sisa-sisa objek-objek Pompeii yang terawat sangat baik secara bertahap ditemukan oleh tim spesialis arkeologi.

Situd Pompeii adalah situs wisata paling banyak dikunjungi ketiga di Italia, yang telah menarik lebih dari 3,9 juta pengunjung pada tahun 2019.

Kota kuno itu ditutup setelah Virus Corona menyebar, dan baru dibuka kembali pada 18 Januari 2021.


Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah COVID-19

Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah Covid-19
Perbesar
Infografis 8 Tips Nyaman Pakai Masker Cegah Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya