Filipina Akan Terima 600 Ribu Dosis Vaksin COVID-19 Akhir Februari 2021

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 25 Feb 2021, 15:58 WIB
Diperbarui 25 Feb 2021, 16:08 WIB
Vaksinasi Covid-19 Nakes Lansia Tahap Pertama
Perbesar
Petugas medis menunjukkan jarum suntik dan vaksin Covid-19 di Puskesmas Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (9/2/2021). Kementerian Kesehatan memulai vaksinasi Sinovac untuk tenaga kesehatan di atas 60 tahun setelah BPOM mengeluarkan izin penggunaan vaksin untuk lansia. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Liputan6.com, Manila - Filipina akan menerima pengiriman vaksin COVID-19 pertamanya pada akhir Februari 2021.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Kamis (25/2/2021) kedatangan vaksin pada akhir pekan tersebut memungkinkannya untuk memulai program inokulasi mulai minggu depan.

Meskipun memiliki jumlah kasus dan kematian virus corona tertinggi di Asia, Filipina akan menjadi negara Asia Tenggara terakhir yang menerima rangkaian vaksin awal.

Pengiriman 600.000 dosis vaksin Sinovac Biotech, yang disumbangkan oleh China, akan tiba pada hari Minggu, kata Harry Roque, juru bicara Presiden Rodriago Duterte.

"Ini akan diluncurkan pada Senin karena warga negara kami telah bersemangat," katanya tentang program vaksinasi.

Di antara yang pertama akan diinokulasi adalah seorang pejabat dari rumah sakit yang kehilangan kedua orang tuanya karena COVID-19.

Filipina telah memesan 25 juta dosis dari Sinovac dan seharusnya menerima batch pertama pada 23 Februari.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 3 halaman

Pasokan Vaksin Lain

FOTO: Infeksi COVID-19 di Filipina Melonjak Melewati 500 Ribu Kasus
Perbesar
Penumpang asing yang mengenakan pakaian pelindung berjalan untuk penerbangan mereka ke China di Bandara Internasional Manila, Filipina, Senin (18/1/2021). Infeksi virus corona COVID-19 di Filipina telah melonjak melewati 500 ribu kasus. (AP Photo/Aaron Favila)

Selain Sinovac, 10.000 dosis vaksin yang dikembangkan oleh Sinopharm China akan segera tiba. Setelah itu, dosis dari AstraZeneca akan tiba pada Maret.

"Harus saya akui, kalau kita ngotot dengan merek Barat, kita masih menunggu kedatangannya," imbuhnya.

Duterte berupaya membangun hubungan yang lebih hangat dengan China dan cukup tegang dengan banyak negara Barat, setelah sebelumnya mengatakan dia hanya ingin mendapatkan vaksin COVID-19 dari China atau Rusia.

Program vaksinasi akan sangat penting bagi upaya Filipina untuk menghidupkan kembali ekonominya, yang mengalami penurunan rekor 9,5 persen tahun lalu.

Lantaran penguncian yang ketat dan berkepanjangan menghantam belanja konsumen dan mengakibatkan hilangnya lapangan pekerjaan dalam jumlah besar.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓