Sekali Suntik, Vaksin Pfizer Ampuh Cegah Bahaya COVID-19

Oleh Tommy Kurnia pada 25 Feb 2021, 08:30 WIB
Diperbarui 25 Feb 2021, 08:36 WIB
Raja Salman dari Arab Saudi disuntik vaksin COVID-19 Pfizer pada 8 Januari 2021 (Saudi Press Agency)
Perbesar
Raja Salman dari Arab Saudi disuntik vaksin COVID-19 Pfizer pada 8 Januari 2021 (Saudi Press Agency)

Liputan6.com, Washington, D.C. - Vaksin Pfizer dilaporkan ampuh melawan efek buruk COVID-19, bahkan hanya sekali suntik. Pada penyuntikan pertama, Pfizer sudah bisa mencegah penyakit parah hingga 62 persen, setelah dosis kedua, keampuhan meningkat hingga 92 persen. 

Kemanjuran vaksin Pfizer berlaku bagi lansia di atas 70 tahun, serta lansia. Pakar kesehatan puas mendengar efikasi Pfizer yang cukup tinggi pada suntikan pertama. 

"Bahkan setelah satu dosis kita bisa melihat keefektivan yang tinggi dalam mencegah kematian," ujar Dr. Buddy Creech dari Universitas Vanderbilt, dilaporkan AP, Kamis (25/2/2021).

Studi tersebut dilakukan oleh peneliti dari Institute Penelitian Clalit dan Universitas Ben-Guiron di Israel, bersama Universitas Harvard di Amerika Serikat.

Hasil studi tersebut kemungkinan dapat mendorong dukungan untuk menunda penyuntikan dosis kedua, sebab ada negara yang memberi satu dosis dulu agar lebih banyak orang kebagian vaksin, seperti Inggris.

"Saya lebih suka melihat 100 juta orang mendapatkan satu dosis ketimbang melihat 50 juta orang mendapat dua dosis vaksin," ujar Dr. Creech.

Vaksin Pfizer digunakan di berbagai negara, mulai dari Amerika Serikat, Arab Saudi, Jepang, hingga Malaysia.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 5 halaman

Ampuh Mencegah Gejala pada Dosis Pertama

Joe Biden Disuntik Vaksin Corona COVID-19
Perbesar
Presiden AS terpilih, Joe Biden melakukan fist bump setelah menerima dosis pertama vaksin virus corona Pfizer-BioNTech di Rumah Sakit Christiana di Newark, Delaware, Senin (21/12/2020). Istrinya, Jill Biden, menerima rangkaian vaksin pertamanya pada hari sebelumnya. (AP Photo/Carolyn Kaster)

Penelitian ini melibatkan 600 ribu orang berusia 16 tahun ke atas di Israel. Negara tersebut sudah memvaksinasi setengah populasinya. 

Pfizer dilaporkan bisa mencegah gejala COVID-19 hingga 57 persen pada dua sampai tiga minggu usai penyuntikan dosis pertama. Setelah dosis kedua naik menjadi 94 persen. 

Dalam pencegahan hospitalisasi, satu dosis Pfizer ampuh hingga 74 persen, kemudian naik 87 persen pada dosis kedua. 

Selanjutnya, Pfizer ampuh 46 persen mencegah infeksi pada penyuntikan pertama dan naik 92 persen pada penyuntikan kedua. 

3 dari 5 halaman

Sudah Dapat Izin WHO

WHO Umumkan Virus Corona Pandemi Global
Perbesar
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus berbicara dalam sebuah konferensi pers di Jenewa, 11 Maret 2020. WHO menyatakan wabah COVID-19 dapat dikategorikan sebagai "pandemi" karena virus tersebut telah menyebar semakin luas ke seluruh dunia. (Xinhua/Chen Junxia)

Vaksin Pfizer adalah satu dari tiga vaksin COVID-19 yang mendapat izin WHO. Pfizer adalah yang pertama pada Desember 2020. 

Dua vaksin lain berasa dari AstraZeneca yang diproduksi di Korea Selatan dan India. 

Negeri jiran Malaysia sudah memulai program vaksinasi dengan Pfizer. Australia juga melakukan hal serupa. 

Indonesia memilih memakai Sinovac. Hingga kini, Sinovac belum mengantongi izin dari WHO.

4 dari 5 halaman

Infografis COVID-19:

Infografis 5 Tips Cegah Covid-19 Saat Beraktivitas dengan Orang Lain. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 5 Tips Cegah Covid-19 Saat Beraktivitas dengan Orang Lain. (Liputan6.com/Abdillah)
5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓