Mulai 1 Maret 2021, Sekolah Dasar di Malaysia Kembali Dibuka

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 20 Feb 2021, 08:05 WIB
Diperbarui 20 Feb 2021, 08:05 WIB
Bendera Malaysia (AFP PHOTO)
Perbesar
Bendera Malaysia (AFP PHOTO)

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Siswa di Malaysia akan kembali masuk sekolah secara bertahap, dimulai dengan siswa pra-sekolah serta siswa SD kelas satu dan dua pada 1 Maret 2021.

Menteri Senior Pendidikan Malaysia Mohd Radzi Md Jidin mengatakan, siswa sekolah dasar pada tingkat lainnya akan kembali ke sekolah seminggu kemudian pada 8 Maret.

"Untuk sekolah menengah, semua tingkatan akan bersekolah pada 4 atau 5 April (tergantung kebijakan negara bagian)," katanya.

Siswa yang berada di Johor, Kedah, Kelantan, dan Terengganu akan kembali ke ruang kelas pada 4 April, sedangkan sisanya pada 5 April, demikian dikutip dari laman Channel News Asia, Sabtu (20/2/2021).

Mohd Radzi menjelaskan bahwa anak-anak prasekolah dan siswa sekolah dasar telah dijadwalkan untuk memulai sekolah lebih awal agar para guru dapat membiasakan diri dengan prosedur operasi standar (SOP) sekolah Malaysia.

"Ini juga memungkinkan guru dan orangtua untuk menemukan cara terbaik menangani pembubaran di penghujung hari sekolah," tambahnya.

Sementara itu, dia menjelaskan bahwa minggu pertama bulan April telah dipilih siswa menengah untuk melanjutkan sekolah karena masalah logistik, karena ujian Sertifikat Pendidikan Malaysia (SPM) dan cuti sekolah akan membutuhkan lebih banyak ruang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"SOPnya sangat rinci dan ketat untuk memastikan anak-anak kita yang akan mengikuti SPM dapat melakukannya dengan aman dan tenang."

"Kali ini, kami juga menyiapkan ruang alternatif bagi siswa untuk mengikuti ujian," kata Dr Mohd Radzi.

Oleh karena itu, kementerian memutuskan untuk melanjutkan sekolah menengah setelah libur tengah semester, yang dimulai pada akhir Maret hingga minggu pertama April.

Saat ini, negara bagian Selangor, Johor dan Penang serta wilayah federal Kuala Lumpur, Malaysia berada di bawah perintah kontrol pergerakan (MCO), sementara negara bagian lain berada di bawah MCO bersyarat atau pemulihan MCO.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Kasus COVID-19 di Malaysia

FOTO: Malaysia Perketat Pembatasan Pergerakan Terkait COVID-19
Perbesar
Para pejalan kaki memakai masker saat berjalan di distrik perbelanjaan di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (14/1/2021). Otoritas Malaysia memperketat pembatasan pergerakan untuk mencoba menghentikan penyebaran virus corona COVID-19. (AP Photo/Vincent Thian)

Penghitungan kasus COVID-19 secara nasional mencapai 274.875 pada Kamis (18/2).

Pandemi COVID-19 telah mengganggu pendidikan siswa Malaysia hampir sepanjang tahun lalu, ketika Malaysia memasuki MCO pertamanya pada 18 Maret 2020.

Sekolah ditutup dan pergerakan antarnegara bagian dibatasi. Ujian sekolah juga ditunda hingga 2021.

Akibatnya, guru mencari solusi, seperti mengadakan kelas melalui Zoom dan aplikasi konferensi video lainnya, untuk membantu siswa mengikuti pelajaran.

Pembelajaran dari rumah terbukti menantang bagi sebagian orang, karena mereka yang berada di daerah pedesaan bergulat dengan masalah konektivitas sementara keluarga kurang mampu tidak memiliki cukup perangkat elektronik bagi anak-anak mereka.

Sekolah-sekolah kemudian dibuka kembali secara bertahap dari pertengahan Juli dan seterusnya karena jumlah kasus menurun.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓