Militer Korea Selatan Tangkap Warga Korea Utara yang Membelot di Tengah Pandemi

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 16 Feb 2021, 14:09 WIB
Diperbarui 16 Feb 2021, 14:09 WIB
FOTO:Penghormatan Pembelot Korea Utara di Hari Chuseok
Perbesar
Anggota keluarga pengungsi Korea Utara membungkuk untuk menghormati leluhur mereka di Korea Utara saat merayakan Chuseok dekat perbatasan dengan Korea Utara di Paviliun Imjingak, Paju, Selatan Korea, Kamis (1/10/2020). (AP Photo/Ahn Young-joon)

Liputan6.com, Seoul- Militer Korea Selatan menangkap seorang warga Korea Utara yang melintasi perbatasan kedua negara yang dijaga ketat. 

Dikutip dari US News, Selasa (16/2/2021) warga Korea Utara tersebut diduga melakukan pembelotan di tengah pandemi Virus Corona COVID-19.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) dalam pernyataannya menuturkan bahwa warga Korea Utara itu ditemukan pada Selasa pagi (16/2) waktu setempat.

Ia diketahui berada di pos pemeriksaan dekat sisi timur Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua Korea.

"Kami telah menahan individu tak dikenal itu dan sedang melakukan penyelidikan," terang JCS dalam sebuah pernyataan.

Aktivitas perlintasan itu tergolong langka saat Korea Utara menerapkan lockdown di perbatasannya untuk mencegah penyebaran Virus Corona COVID-19.

Pada 2020 lalu, jumlah pembelot yang tiba di Korea Selatan dilaporkan mencapai level terendah sepanjang masa.

 

2 dari 4 halaman

Sekitar 200 Warga Korut Tercatat Menetap di Korsel Pada 2020 Lalu

Suasana Stasiun Kereta Seoul Menjelang Liburan Imlek
Perbesar
Penumpang menaiki kereta menjelang liburan Tahun Baru Imlek di stasiun kereta api Seoul, Korea Selatan, Rabu (10/2/2021). Sebelumnya pada Minggu, 31 Januari 2021, otoritas memperpanjang dua pekan kewajiban jaga jarak untuk jaga-jaga menyusul libur tahun baru China atau imlek. (Ed JONES/AFP)

Menurut Menteri Unifikasi Korea Selatan, Lee In-Young sekitar 200 warga Korea Utara tercatat menetap di Korea Selatan sepanjang 2020 lalu -- data ini tercatat setelah Korea Utara mengunci perbatasan sejak Januari 2020.

Kasus pembelotan terakhir yang diketahui publik adalah pada November 2020, ketika seorang pria Korea Utara membelot ke Korea Selatan melalui DMZ timur.

Pada Juli 2020, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menyatakan keadaan darurat dan menutup kota perbatasan setelah seseorang dengan gejala COVID-19 secara ilegal melintasi perbatasan ke wilayah Korea Utara dari Korea Selatan.

Diketahui bahwa Korea Utara belum mengonfirmasi kasus COVID-19, meskipun pejabat Seoul meragukan hal itu karena pertukaran aktif Korea Utara dengan China - tempat kasus Virus Corona pertama kali muncul, sebelum penutupan perbatasannya.

3 dari 4 halaman

Infografis 3 Tips Cuci Masker Kain untuk Cegah COVID-19

Infografis 3 Tips Cuci Masker Kain untuk Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 3 Tips Cuci Masker Kain untuk Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓