Pemimpin WHO Soal Investigasi COVID-19 di Wuhan: Semua Hipotesis Terbuka

Oleh Liputan6.com pada 14 Feb 2021, 13:00 WIB
Diperbarui 14 Feb 2021, 13:00 WIB
Kenakan APD Lengkap, Tim WHO Datangi Pusat Pengendalian Penyakit Provinsi Hubei
Perbesar
Anggota tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terlihat mengenakan APD selama kunjungan lapangan ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Hewan Hubei di Wuhan di provinsi Hubei, China tengah, Selasa (2/2/2021). Tim WHO tengah menyelidiki asal-usul virus corona. (AP Photo/ Ng Han Guan)

Liputan6.com, Jakarta - Semua hipotesis masih terbuka dalam penyelidikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang asal-usul COVID-19, kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah pengarahan, Jumat (12/2).

Sebuah misi yang dipimpin WHO di China pada pekan ini menyampaikan bahwa mereka tidak lagi menyelidiki lebih jauh pertanyaan apakah virus corona baru itu lolos dari laboratorium, yang dianggap sangat tidak mungkin. Amerika Serikat telah mengatakan akan meninjau temuan dari misi WHO tersebut.

"Beberapa pertanyaan telah diajukan mengenai apakah beberapa hipotesis telah dibuang. Setelah berbicara dengan beberapa anggota tim, saya ingin memastikan bahwa semua hipotesis tetap terbuka dan memerlukan analisis dan studi lebih lanjut," kata Tedros sebagaimana diwartakan Reuters, dikutip dari Antara, Minggu (13/2/2021).

"Beberapa dari pekerjaan penyelidikan itu mungkin berada di luar kendali dan ruang lingkup misi (WHO) ini. Kami selalu mengatakan bahwa misi ini tidak akan menemukan semua jawaban, tetapi telah menambahkan informasi penting yang membawa kita lebih dekat untuk memahami asal-usul virus penyebab COVID-19," ujar Dirjen WHO itu.

Misi penyelidikan WHO tersebut mengatakan hipotesis utamanya adalah bahwa virus corona baru berasal dari kelelawar, meskipun ada beberapa kemungkinan skenario bagaimana virus itu menular ke manusia, mungkin pertama dengan menginfeksi spesies hewan lain.

Pemerintahan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang meninggalkan jabatannya bulan lalu, mengatakan pihaknya yakin virus corona baru itu mungkin telah keluar karena kebocoran dari laboratorium di kota Wuhan di China.

China membantah keras hal itu, dan mengatakan Institut Virologi Wuhan tidak mempelajari virus-virus terkait.

2 dari 3 halaman

Apa Bukti yang Ditemukan WHO?

2
Perbesar
Anggota tim peneliti WHO bersiap untuk pergi dalam kunjungan lapangan di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah, Jumat, 29 Januari 2021 untuk mulai mencari petunjuk tentang asal-usul pandemi virus corona COVID-19. (AP / Ng Han Guan).

Selama empat pekan, 10 ilmuwan WHO keluar masuk pasar hingga laboratorium di Wuhan, China. Mereka ingin membuktikan spekulasi viral yang menyebut Virus Corona COVID-19 berasal dari Negeri Tirai Bambu.

Hasilnya, Tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan asal usul Virus Corona penyebab COVID-19 tidak begitu sesuai dengan berbagai teori dan hipotesa yang beredar. Mereka tidak menemukan COVID-19 berasal dari laboratorium atau pasar di Wuhan.

Anggota tim studi gabungan WHO-China, Peter Ben Embarek mengatakan, insiden laboratorium "sangat tidak mungkin" menjadi penyebab munculnya COVID-19. Para ahli dalam tim tersebut mengidentifikasi empat hipotesis terkait sumber penularan Virus Corona ke populasi manusia, yaitu penyebaran zoonosis (penyakit yang dapat ditularkan hewan kepada manusia) langsung, spesies inang perantara, rantai makanan, dan insiden yang berkaitan dengan laboratorium.

Temuan awal menunjukkan penularan melalui spesies inang perantara merupakan jalur "dengan kemungkinan terbesar" dan memerlukan studi lebih lanjut serta penelitian dengan target yang lebih spesifik, paparnya.

"Bagi kami, penting untuk mengembangkan sebuah sistem guna mengevaluasi semua hipotesis ini, yang memungkinkan kami mengambil pendekatan rasional serta melihat fakta dan bukti secara rasional," jelas Embarek.

Selengkapnya...

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓