Gaya Satir Demonstran Gen Z Myanmar Tolak Kudeta Militer

Oleh Tommy Kurnia pada 12 Feb 2021, 18:35 WIB
Diperbarui 13 Feb 2021, 20:30 WIB
Protes Kudeta Militer, Para Wanita Myanmar Tampil Anggun dengan Gaun Pengantin
Perbesar
Sejumlah wanita Myanmar memakai gaun pengantin memegang plakat selama demonstrasi menentang kudeta militer 1 Februari di Yangon (10/2/2021). Militer Myanmar melakukan kudeta pada 1 Februari dan menahan sejumlah tokoh termasuk Aung San Suu Kyi. (AFP/ Ye Aung Thu)

Liputan6.com, Yangon - Kudeta Myanmar yang dilakukan militer tidak mendapat restu dari rakyat. Gelombang protes juga diikuti generasi Z Myanmar dengan gaya satir kekinian usai Aung San Suu Kyi dilengserkan. 

Peserta protes di Myanmar berhasil menarik perhatian dunia, seperti ketika sekelompok wanita berdemo memakai gaun. Ada yang membawa tulisan humoris "Saya tidak ingin kediktatoran, saya hanya ingin punya cowok." 

Wanita Myanmar memakai gaun pengantin memegang plakat selama demonstrasi menentang kudeta militer 1 Februari di Yangon (10/2/2021). (AFP/ Ye Aung Thu)

Aksi yang terjadi di Yangon ini turut menyindir media milik pemerintah Myanmar dengan tulisan "MRTV lebih sering berbohong ketimbang mantan saya."

MRTV adalah saluran televisi dan radio milik pemerintah Myanmar.

Anak-anak muda Myanmar ikut protes kudeta militer. Dok: Ye Aung Thu/AFP

Kawula muda generasi Z turut viral di demonstrasi Myanmar. Tulisan "Mantan saya buruk tetapi militer Myanmar lebih buruk lagi."  

Generasi Z adalah generasi sesudah milenial yang lahir pada 1997 ke atas. Kelompok tertua dari generasi ini sudah menjadi mahasiswa.

Sejumlah binaragawan dengan membawa poster dan spanduk ambil bagian dalam protes menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, Kamis (11/2/2021). Memasuki hari keenam, demonstrasi menentang kudeta Myanmar dari berbagai elemen masyarakat terus berlangsung. (Sai Aung Main / AFP)

Sekelompok pria atletis turut berdemo untuk mendukung demokrasi. Mereka demo tanpa mengenakan baju.

Mereka merupakan para pelatih fitness dan anggota gym. Tulisan-tulisan yang mereka bawa berbunyi "Selamatkan Myanmar" serta "Menginstal Demokrasi. Mohon Tunggu!"

Aksi sejumlah binaragawan yang menjadi bagian dalam demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon, Myanmar, Kamis (11/2/2021). Memasuki hari keenam, demonstrasi menentang kudeta Myanmar dari berbagai elemen masyarakat terus berlangsung. (Sai Aung Main / AFP)

Ada peserta membawa tulisan "Cinta Fitness, Benci Kudeta." Mereka mengadakan aksi di Yangon.

Warga unjuk rasa di kuil kuno Myanmar. Mereka ikut menolak kudeta militer. . Dok: AFP

Ada pula anak-anak dan pemuda generasi Z yang berdemo di kota kuno Bagan. Mereka mengenakan pakaian tradisional dan menentang kudeta Myanmar.