Peneliti: Virus Corona Diduga Penyebab COVID-19 Banyak Ditemukan pada Kelelawar Asia

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 10 Feb 2021, 14:17 WIB
Diperbarui 10 Feb 2021, 14:17 WIB
Ilustrasi kelelawar yang dianggap menjadi penyebab penyebaran virus corona
Perbesar
Ilustrasi kelelawar yang dianggap menjadi penyebab penyebaran virus corona. (dok. Jochemy/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Liputan6.com, Jakarta - Para ilmuwan mengatakan, virus Sars-CoV-2 yang diduga menyebabkan COVID-19 banyak ditemukan pada kelelawar di suaka margasatwa di Thailand timur.

Dikutip dari laman BBC, Rabu (10/2/2021) kemungkinan besar peneliti juga menanggap bahwa kelelawar ini telah banyak bereda di kawasan Asia.

Penemuan mereka terkait kawanan kelelawar itu ditemukan hingga jarak 4.800 km (2.983 mil). Studi ini dilaporkan di Nature Communications.

Menulis di jurnal, para peneliti mengatakan lokasi pengambilan sampel (hanya Thailand) dan ukuran pengambilan sampel terbatas, tetapi mereka yakin bahwa virus corona "dengan tingkat keterkaitan genetik yang tinggi dengan Sars-CoV-2 secara luas terdapat pada kelelawar di banyak negara dan wilayah di Asia".

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa Sars-CoV-2 muncul pada hewan, kemungkinan besar kelelawar, sebelum menyebar ke manusia.

Asal muasal virus itu tidak diketahui dan telah diselidiki oleh tim yang ditugaskan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Penelitian Lebih Lanjut

Wisata Konservasi Kelelawar Desa Olibu, Kecamatan Paguyaman Pantai, Boalemo (Foto:Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)
Perbesar
Wisata Konservasi Kelelawar Desa Olibu, Kecamatan Paguyaman Pantai, Boalemo (Foto:Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Dalam penelitian terbaru, tim yang dipimpin oleh Lin-Fa Wang dari Universitas Singapura mendeteksi kerabat dekat Sars-CoV-2 pada kelelawar tapal kuda yang disimpan di gua buatan di suaka margasatwa, Thailand.

Virus yang diisolasi bernama RacCS203, sangat mirip dengan kode genetik SARS-CoV-2 (menunjukkan 91,5% kesamaan dalam genomnya).

Ini juga terkait erat dengan virus corona lain - disebut RmYN02 - yang ditemukan pada kelelawar di Yunnan, Cina dan yang menunjukkan 93,6% kesamaan dengan genom Sars-CoV-2.

Para peneliti dari Thailand, Singapura, China, Australia dan AS, mengamati antibodi pada kelelawar dan trenggiling yang diperdagangkan di Thailand selatan.

Mereka mengatakan antibodi mampu menetralkan virus pandemi, yang merupakan bukti lebih lanjut bahwa virus corona terkait SARS-CoV-2 beredar di Asia Tenggara.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓