Kudeta Militer Myanmar, Penasihat Senior Aung San Suu Kyi Ditangkap

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 05 Feb 2021, 11:09 WIB
Diperbarui 05 Feb 2021, 11:09 WIB
Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi pada Selasa 19 September 2017 akhirnya bicara ke dunia soal krisis di Rakhine yang memicu eksodus massal warga Rohingya ke Bangladesh
Perbesar
Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi pada Selasa 19 September 2017 akhirnya bicara ke dunia soal krisis di Rakhine yang memicu eksodus massal warga Rohingya ke Bangladesh (AP Photo/Aung Shine Oo)

Liputan6.com, Jakarta Tokoh terkemuka lainnya di partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang merupakan penasihat senior Aung San Suu Kyi, yakni Win Htein (79), mengatakan bahwa dirinya telah ditangkap setelah kudeta oleh militer Myanmar yang terjadi pekan ini.

Kabar penangkapan itu ia sampaikan kepada kantor berita Reuters pada Jumat (5/2) waktu setempat.

Penahanan ini terjadi di tengah seruan Dewan Keamanan PBB agar para tahanan, termasuk Aung San Suu Kyi, untuk dibebaskan.

Dikutip dari Channel News Asia, Jumat (5/2/2021) Win Htein mengatakan kepada Reuters melalui telepon bahwa dia dibawa oleh polisi dengan mobil dari Yangon ke Ibu Kota Naypyidaw.

Namun, Win Htein tidak mengatakan tuduhan apa yang mungkin dihadapinya.

Diketahui, pendukung Aung San Suu Kyi tersebut merupakan tahanan politik lama dan dikenal dengan kampanye puluhan tahunnya untuk mengakhiri pemerintahan militer.

"Mereka baik-baik saja jadi saya bisa mengangkat telepon," kata Win Htein.

"Kita telah diperlakukan buruk terus menerus untuk waktu yang lama. Saya tidak pernah takut pada mereka karena saya tidak melakukan kesalahan apa pun sepanjang hidup saya," ucapnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan Video Berikut Ini:


Seruan Pembebasan Aung San Suu Kyi oleh DK PBB

FOTO: Aktivitas Warga Myanmar Sehari Setelah Kudeta Militer
Perbesar
Tentara duduk dalam kompleks Balai Kota sehari setelah militer Myanmar merebut kekuasaan, Yangon, Myanmar, Selasa (2/2/2021). Militer Myanmar menahan pemimpin yang terpilih secara demokratis Aung San Suu Kyi dan memberlakukan keadaan darurat satu tahun. (STR/AFP)

Diketahui bahwa Aung San Suu Kyi telah ditahan sejak 1 Februari 2021, ketika dia digulingkan oleh militer atas tuduhan kesalahan dalam pemilihan pada November 2020 lalu.

Suu Kyi juga menghadapi dakwaan karena tuduhan mengimpor enam radio walkie-talkie secara ilegal, menurut sebuah dokumen kepolisian setempat.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam tanggapannya, menyerukan pembebasan untuk Aung San Suu Kyi dan lainnya yang ditahan dan menyuarakan keprihatinan atas situasi di Myanmar, tetapi juga berhenti mengutuk kudeta yang menghentikan transisi panjang menuju demokrasi.

Sebanyak 147 orang telah ditahan sejak terjadinya kudeta, termasuk aktivis, termasuk anggota parlemen dan pejabat dari pemerintahan Aung San Suu Kyi, kata Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik Myanmar (AAPP) pada Kamis (4/2).


Infografis Penangkapan Aung San Suu Kyi dan Kudeta Militer Myanmar

Infografis Penangkapan Aung San Suu Kyi dan Kudeta Militer Myanmar. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Penangkapan Aung San Suu Kyi dan Kudeta Militer Myanmar. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya