Arab Saudi Larang Kedatangan Internasional dari 20 Negara, Termasuk Indonesia

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 03 Feb 2021, 06:30 WIB
Diperbarui 03 Feb 2021, 08:13 WIB
Menengok Suasana Masjidil Haram Saat Ramadan
Perbesar
Dari pemantauan udara suasana Masjidil Haram dan sekitarnya sepi pada hari pertama bulan suci Ramadan di kota suci Makkah, Arab Saudi (24/4/2020). Pemerintah Arab Saudi masih memberlakukan lockdown akibat pandemi Covid-19 di hari pertama bulan suci Ramadan di Kota Makkah. (AFP/Bandar Aldandani)

Liputan6.com, Riyadh - Arab Saudi mengeluarkan larangan kedatangan pelancong internasional dari 20 negara dalam upaya meredam penyebaran Virus Corona COVID-19.

Namun, larangan yang dimulai pada Rabu (3/2/2021) pukul 21.00 itu tidak berlaku untuk diplomat, dan staf medis asing, serta keluarga mereka.

Dilansir Arab News, Arab Saudi akan melarang perjalanan dari Uni Emirat Arab, Mesir, Lebanon, Turki, AS, Inggris, Jerman, dan Prancis.

Larangan perjalanan itu juga akan berlaku bagi warga dari Italia, Irlandia, Portugal, Swiss, Swedia, Brasil, Argentina, Afrika Selatan, India, Indonesia, Pakistan, dan Jepang.

Larangan itu juga berlaku untuk para pelancong yang melakukan transit melalui salah satu dari 20 negara dalam 14 hari sebelum kunjungan ke Arab Saudi.

Diketahui terdapat banyak pelancong yang telah bepergian ke Dubai sebagai pusat transit dari negara-negara yang tidak memiliki penerbangan langsung ke Arab Saudi, namun hal itu kini tidak lagi tersedia.

Tindakan baru tersebut dilakukan di tengah lonjakan global dalam kasus Virus Corona COVID-19 yang terkait dengan munculnya varian baru - pertama kali terdeteksi di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil, serta kekhawatiran bahwa vaksin yang diluncurkan di seluruh dunia mungkin kurang efektif untuk meredam infeksi.

 

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Arab Saudi Laporkan 310 Kasus Baru COVID-19

Masjidil Haram dipadati jutaan jemaah
Perbesar
Umat Muslim melaksanakan salat dengan menghadap Kakbah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Kamis (16/8). Jutaan umat Islam dari berbagai negara semakin memadati Masjidil Haram menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji. (AP Photo/Dar Yasin)

Inggris telah memulai pengujian COVID-19 terhadap 80.000 orang pada 2 Februari, dalam upaya untuk membendung penyebaran varian baru yang sangat menular, dengan terjadinya peningkatan penyebaran mutasi virus dari Inggris di Swedia.

Pejabat kesehatan di Arab Saudi juga memperingatkan pekan ini bahwa tindakan yang lebih ketat akan diperlukan untuk meredam penyebaran COVID-19 jika masyarakat terus meremehkan peraturan terkait social distancing dan larangan pertemuan besar.

Per Rabu (3/2), Arab Saudi telah melaporkan 310 kasus baru Virus Corona COVID-19, yang naik hampir empat kali lipat dari jumlah yang tercatat pada Januari 2021.

Sebelumnya, penerbangan ke dan dari Arab Saudi pertama kali ditangguhkan pada 14 Maret 2020, dua pekan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Virus Corona sebagai pandemi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga COVID-19

Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓