Pesta di Tengah Darurat COVID-19 Thailand, 89 Turis Asing Ditangkap Polisi

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 29 Jan 2021, 10:31 WIB
Diperbarui 29 Jan 2021, 10:36 WIB
Bandara Suvarnabhumi di Bangkok
Perbesar
Pelancong berjalan di ruang keberangkatan yang hampir kosong karena jumlah pengunjung menurun drastis di Bandara Suvarnabhumi di Bangkok, Rabu (11/3/2020). Di Thailand sendiri lebih dari 50 orang terinfeksi virus corona COVID-19 yang telah menggemparkan seluruh dunia. (Mladen ANTONOV/AFP)

Liputan6.com, Bangkok- Polisi Thailand menangkap 89 turis asing dalam penggerebekan pesta di sebuah bar di Pulau Koh Phangan. Mereka dianggap melanggar protokol kesehatan Virus Corona COVID-19.

Dilaporkan BBC News, Jumat (29/1/2021) para turis yang ditangkap itu berasal lebih dari 10 negara, termasuk Inggris dan Amerika Serikat.

Diketahui bahwa Thailand saat ini berada di bawah keadaan darurat COVID-19 dengan pembatasan pertemuan massal.

Polisi setempat menggerebek bar bernama Three Sixty Bar pada 26 Januari lalu, setelah menemukan tiket pesta yang dijual secara online untuk sebuah acara di sana, menurut laporan media lokal.

Gambar dari penggerebekan tersebut menunjukkan kerumunan besar orang di dalam bar, namun kebanyakan memakai masker.

Menurut polisi, 22 warga Thailand juga ditangkap termasuk pemilik bar dan pria lain yang mengaku mengatur pertemuan tersebut.

Sementara itu,pemilik bar dan penyelenggara pesta juga didakwa bekerja sama dalam mengoperasikan tempat hiburan tanpa izin, sedangkan mereka yang menghadiri pesta tersebut dituduh melanggar ketentuan darurat.

Pihak berwenang Thailand menjatuhi hukuman pelanggatan pembatasan COVID-19  hingga dua tahun penjara dan denda sebesar 40.000 baht.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Wilayah yang Menarik Turis Asing

Thailand di Tengah Rekor Tertinggi Kasus Harian Covid-19
Perbesar
Suasana arus lalu lintas di persimpangan di Bangkok, Thailand pada Senin (4/1/2021). Pejabat kesehatan di Thailand pada Senin mencatat 745 kasus virus corona baru, rekor tertinggi harian di negara itu sejak pandemi COVID-19 melanda Negeri Gajah Putih pada Februari 2020. (Jack TAYLOR / AFP)

Wilayah Koh Phangan terkenal dengan Pesta Bulan Purnama yang menarik turis asing dari seluruh dunia. Pada Malam Tahun Baru contohnya, ketika lebih dari 30.000 turis hadir.

Namun, turis asing sebenarnya telah dilarang memasuki Thailand sejak April 2020 lalu.

Thailand bukan satu-satunya negara yang menghukum warga asing karena melanggar aturan COVID-19.

Turis asing di berbagai wilayah lain di dunia, seperti di Bali, Indonesia, tertangkap kamera tengah melakukan push-up yang diperintahkan oleh polisi karena tidak memakai masker.

Otoritas setempat di Bali mendesak mereka yang tidak membayar denda 100.000 rupiah, untuk melakukan 50 kali push-up jika tidak memakai masker, dan 15 kali push-up tambahan jika mereka tidak memakai masker "dengan benar".

Thailand sejauh ini telah mencatat 15.465 kasus dan 76 kematian akibat Virus Corona COVID-19, yang jumlahnya jauh lebih sedikit dari negara-negara Barat.

Namun, kasus infeksi di negara tersebut telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Ada 29 kasus di provinsi Surat Thani - lokasi Koh Phangan, tetapi 11 infeksi di antaranya sudah terjadi dalam sebulan terakhir.

Infografis Daripada Jemput Virus Corona, Mendingan Liburan di Rumah Saja

Infografis Daripada Jemput Virus Corona, Mendingan Liburan di Rumah Saja. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Daripada Jemput Virus Corona, Mendingan Liburan di Rumah Saja. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓